Berdasarkan ruang lingkup eksternal partai, diperkirakan fenomena ini terjadi karena sistem dari pemilihan politik itu sendiri, kurangnya figur keterwakilan calon wanita bagi masyarakat sehingga mempengaruhi jumlah suara mereka dan beberapa pandangan streotif masyarakat mengenai gender di Indonesia.Sedangkan mengenai factor internal disini peneliti melihat dari diri kandidat wanita secara pribadi dan bagaimana lingkup interaksi partai politik dengan kandidat politik wanitanya. Interaksi ini bisa terjadi bagaimana partai politik memberikan sosialisasi politik mendalam bagi para kandidat khususnya kandidat wanita.
Partai PDIP tentunya memiliki agen-agen penting yang berperan dalam menanamkan nilai-nilai mengenai segala aspek politik hingga pola perilaku anggota partai.Pola perilaku anggota partai ini akan mempengaruhi mereka dalam bertindak secara politis berdasarkan pegangan mereka yang diterima selama berada di dalam partai, termasuk bagaimana mereka merasionalisasikan nilai-nilai itu dalam persaingan di parlemen. Namun jika ditelaah kembali bagaimana representasi wanita di parlemennya, menunjukkan rendahnya kuantitas keterwakilan perempuan.
Oleh karena itu, penulis melihat bahwa permasalahan rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen bisa ditinjau dalam analisis sosialisasi politik. Sosialisasi politik dalam partai politik berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai dan membentuk karakter seseorang di partai tersebut untuk memperjuangkan posisinya di parlemen.Saya melihat bahwa dari banyaknya fenomena rendahnya keterwakilan perempuan rata-rata diteliti dari aspek faktor penyebab, analisa rendahnya, dan konsep sosialisasi politik untuk meningkatkan keterwakilan perempuan yang ditujukan pada partisipasi politik.
Oleh karena itu, saya memandang bahwa terdapat faktor rendahnya keterwakilan perempuan yang dapat dianalisa menggunakan teori dan konsep sosialisasi politik.Sosialisasi politik pada pada umumnya memiliki sasaran kepada partisipasi politik, sedangkan menurutp endapat saya, sasaran sosialisasi politik itu dapat melalui partai politik terhadap anggota kader, khususnya kader perempuan.
Menurut saya, sosialisasi politik parpol terhadap kader perempuan sebenarnya akan menanamkan nilai-nilai politik perempuan sehingga akan mempengaruhi keterwakilan mereka di parlemen. Dikarenakan keterwakilan perempuan belum mencapai kuota 30%, maka patut diperhatikan bagaimana sosialisasi politik yang mereka dapatkan selama menjadi anggota kader parpol.Selain itu, pentingnya keterwakilan perempuan dalam parlemen sejatinya akan memberikan manfaat bagi perempuan di Indonesia dimana terdapat penegakkan hak-hak kaum perempuan, seperti hak-hak mereka dalam landasan konstitusi yang selama ini mengalami berbagai permasalahan.
Terdapat beberapa teori Sosialisasi Politik Rush dan Althoff mencakup 4 konsep, yaitu:Agen Sosialisasi Politik, yaitu aktor-aktor yang berperan dalam menanamkan nilai-nilai kepada individu/kelompok. Misalnya peran kelompok kepentingan dan organisasi masyarakat dapat memberikan pengaruh kepada public sebagai agen sosialisasi politik terhadap peningkatan partisipasi perempuan di parlemen.
Materi Sosialisasi Politik, yaitu berisi nilai-nilai, pengetahuan dan sikap-sikap politik yang hidup di lembaga atau organisasi. Pendekatan ini menurut saya memiliki peran di dalam organisasi parpol terhadap para kader wanita, misalnya bagaimana nilai-nilai parpol bisa mendukung kader wanita hingga ke parlemen.Mekanisme Sosialisasi Politik, memiliki 3 unsur, yaitu imitasi, instruksi dan motivasi.Pola Sosialisasi Politik, yaitu suatu proses yang terus berkesinambungan. Untuk mengetahui proses sosialisasi yang terdiri dari badan atau organisasi, diharapkan terdapat suatu hubungan antara organisasi dengan para individu yang ada di dalamnya.Itulah bagaimana sosialisasi politik pada dasarnya juga memiliki peran dalam keterwakilan perempuan di politik.
Sosialisasi politik sebagai instrument penanam dan penyalur nilai-nilai sejatinya dapat membawa peran perempuan ke ranah politik yang lebih nyata. Nilai-nilai yang terdapat pada organisasi atau parpol pastinya akan mempengaruhi perempuan dari segi sikap, pola pikir hingga bagaimana mereka membuat keputusan. ketiga segi itulah pasti akan menjadi pertimbangan bagi masyarakat dalam menentukan mereka di kursi parlemen.DAFTAR PUSTAKA
Prof. Miriam Budiardjo, 2008, Dasar-dasar Ilmu PolitikUmagapi,JuniarLaraswanda. Representasi Perempuan di Parlemen Hasil Pemilu 2019:Tantangan dan Peluang. jurnal.dpr.go.id Kajian 25 (1),19 34,2020
Editor : Adrian Tuswandi, SH