Masjid Keramat Pulau Tengah (Sejarah dan Arsitektur)

Mahasiswa KKN UNAND segera terbitkan buku Masjid Keramat Pulau Tengah Kabupaten Kerinci. (dok) Mahasisw KKN PPM UNAND di  Desa Pulang Tengah. (dok)
Mahasiswa KKN UNAND segera terbitkan buku Masjid Keramat Pulau Tengah Kabupaten Kerinci. (dok) Mahasisw KKN PPM UNAND di Desa Pulang Tengah. (dok)

Oleh: Feldisa Sekar Wulandari Ilmu Sejarah Universitas Andalas

24 ORANG MAHASISWA KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata- Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) dari Universitas Andalas ditempatkan di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.Penempatan KKN UNAND di sana,  melalui kerja sama dari pihak pemerintah Kabupaten Kerinci dengan Universitas Andalas. Kerja sama ini bertujuan untuk memberi ruang kepada putra-putri daerah yang berasal dari Kerinci untuk mengabdi di tanah kelahirannya sendiri.

Fokus utama kerja sama ini adalah untuk merekatkan hubungan antara Universitas Andalas dengan Kabupaten Kerinci pada umumnya dan membangun serta mendorong tumbuhnya sektor pariwisata daerah Kerinci terkhususnya.Kabupaten Kerinci terkenal dengan keindahan alam yang mempesona, hal inilah yang menyebabkan Kerinci memiliki julukan unik yaitu “Sekepal Tanah Surga.” Ibaratnya ada surga kecil di Kerinci dengan keindahan alamnya tersebut. Gunung, hamparan perkebunan teh, tanah ladang tersebar luas, danau dan sungai juga menjadi objek wisata yang patut di banggakan. Selain keindahan alam yang menjadi objek pariwisata umum, Kerinci juga memiliki wisata sejarah dan arkeologi.

[caption id="attachment_58766" align="alignnone" width="700"] Mahasisw KKN PPM UNAND di Desa Pulang Tengah. (dok)[/caption]Masjid Keramat adalah satu bentuk bukti adanya sejarah masa lampau yang dapat dijadikan sebagai objek pariwisata, baik itu wisata religi, sejarah, etnobiologi, atau arkeologi.

Masjid yang terletak di Desa Pulau Tengah ini merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Kabupaten Kerinci. Banyak sekali keunikan yang dimiliki oleh Masjid ini, salah satu contohnya adalah setiap inci bangunannya dibangun tanpa menggunakan paku. Selain itu, keunikan lainnya adalah tahan dari terpaan bencana, baik itu gempa bumi maupun kebakaran dahsyat.Pembangunan Masjid Keramat ini di prakarsai oleh Syekh Khulhu yang merupakan ulama asli Pulau Tengah yang pernah menuntut ilmu di Samudra Pasai dan Mataram.

Pembangunan Masjid ini terinspirasi dari Masjid Agung Demak, namun telah dilebur kembali dengan mencampurkan seni tradisional lokal masyarakat Kerinci itu sendiri. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1780 Masehi dan selesai dibangun pada tahun 1785 Masehi.Keunikan-keunikan yang didapatkan dari cerita masyarakat mengenai Masjid Keramat ini menggugah minat mahasiswa KKN-PPM Universitas Andalas di Pulau Tengah untuk membuat sebuah buku yang berisi tentang sejarah secara singkat, arsitektur, serta dari segi etnobiologi dari Masjid Keramat itu sendiri.

Jefrial, mahasiswa jurusan Biologi bersama Feldisa Sekar Wulandari dari jurusan Ilmu Sejarah berkolaborasi menulis dan menciptakan sebuah buku yang dapat meningkatkan minat baca serta menunjang sektor pariwisataMasjid Keramat sebagai salah satu cagar budaya yang ada di Kabupaten Kerinci. Aparatur Desa Pulau Tengah sangat mendukung kegiatan pembuatan buku yang bertajuk “Masjid Keramat (Sejarah dan Arsitektur)”. Pada pertemuan perdana di kantor kepala desa tanggal 25 Juli 2022, aparat desa berharap ada sebuah buku atau karya sastra yang diterbitkan mengenai sejarah Masjid Keramat.

Metode yang digunakan untuk menulis buku “Masjid Keramat (Sejarah dan Arsitektur)” adalah metode Sejarah. Ada empat tahapan yang dilalui sebelum menulis buku, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, serta historiografi.Tahap heuristik atau pengumpulan sumber dan data yang dilakukan dengan mewawancarai beberapa tokoh masyarakat yang paham mengenai seluk beluk Masjid Keramat, dua tokoh yang sempat di wawancarai adalah bapak Sumarlin, S. Pd.I., M.A dan bapak Mukhsin. Selain wawancara, penulis juga mendapatkan sumber dan data melalui artikel ilmiah yang terbit di beberapa jurnal.

Tahap kedua adalah kritik sumber yang berguna untuk memilah informasi dan data yang akurat untuk selanjutnya di interpretasikan yaitu penafsiran dari semua data yang didapatkan. Setelah proses interpretasi selesai maka dilakukanlah tahap historiografi atau penulisan.Proses pengerjaan buku ini tidaklah mudah, terhitung dari tanggal 19-25 Agustus 2022 dihabiskan untuk mengumpulkan data sampai proses historiografi. Sampai saat ini proses editing masih terus berjalan. Buku

“Masjid Keramat (Sejarah dan Arsitektur)” ini rencananya akan siap diluncurkan pada pertengahan bulan Oktober tahun 2022 dan akan diserahkan kepada pihak terkait seperti pemerintah Desa Pulau Tengah, koleksi di Masjid Keramat, serta akan diserahkan juga kepada narasumber yang telah membantu proses pembuatan buku dalam bentuk hard copy maupun soft copy. (analisa)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Ultah Golkar 20
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini