Wanita Di Balik Toko Buku Populer Dunia, Shakespare And Company

Sarah Salsabila. (dok) Sylvia Beach (brittania.com)Toko Buku Shakespare and Company (viator.com)
Sarah Salsabila. (dok) Sylvia Beach (brittania.com)Toko Buku Shakespare and Company (viator.com)

Oleh : Sarah Salsabila IsmaelMahasiswa Sastra Inggris UNAND

PARIS tidak selalu tentang Menara Eifell, Arch de Triomphe atau Museum Louvre, bukan hanya seniman, model, serta pengunjung yang ingin menikmati tiap jengkal keindahan kotanya, namun Paris juga dapat menjadi tempat para sastrawan, pujangga, dan penikmat literatur menaruh atensi besar untuk menyinggahi kota tersebut.Shakespare and Company menjadi toko buku klasik khusus literatur bahasa inggris yang berada di 37 Rue de la Bûcherie, 75005 Paris, Prancis. Lantas, siapa dalang dibalik toko buku terkenal mendunia ini? Ladang tempat berkumpulnya para satrawan dan para pencinta literatur ini?

 "Cintaku adalah Adrienne Monnier dan James Joyce dan Shakespeare and Company," tulis Sylvia Beach, pemilik toko buku legendaris di Paris.

Sylvia Beach merupakan orang yang menjadi pemilik toko buku terkenal dunia, Shakespare and Company dan sebagai penerbit novel James Joyce Ulysses pada tahun 1922 yang penuh akan kontroversiwalau akhirnya sangat digemari oleh banyak orang di duniadan banyak kritikus yang menilai novel ini sebagai karya sastra tebesar pada abad ke-20.[caption id="attachment_60135" align="alignnone" width="700"] Sylvia Beach (brittania.com)[/caption]

Sylvia Woodbridge Beach lahir di Baltimore, 18 Maret 1887, ia merupakan putri dari seorang pendeta Presbiterian dan cucu perempuan misionaris. Saat lahir ia dibaptis Nancy Woodbridge Beach, tapi dia mengadopsi nama Sylvia kemudian. Pada tahun 1901 keluarganya pindah ke Prancis ketika ayahnya diangkat menjadi pendeta di Gereja Amerika. Dia tetap tinggal tahun berikutnya di Paris sampai keluarganya pindah kembali ke Amerika ketika ayahnya menjadi menteri di Princeton. Namun, dia kembali melakukan perjalanan ke Prancis, kemudian tinggal di Spanyol lalu bekerja untuk Palang Merah di Serbia.Setelah bertahun-tahun Perang Dunia I berakhir dia kembali ke Paris sebagai Mahasiswa Sastra Prancis. Meski memiliki pendidikan formal yang sangat sedikit, ia akhirnya menetap di Paris dan dapat menguasai tiga bahasa; Prancis, Spanyol, dan Italia. Pada tahun 1917, ia memasuki toko buku Adrienne Monnier, bergabung dengan perpustakaan peminjaman, dan menemukan wanita yang menjadi kekasih dan pasangan hidupnya. Dia juga akhirnya membangun Shakespeare and Company pada tahun1919 di bekas binatu terdekat. Bisnis ini berfungsi sebagai toko buku dan perpustakaan peminjaman. Kedua usaha perempuan tersebut dibiayai oleh orang tua mereka.

Dipenuhi pelanggan dari Monnier yang tertarik dengan sastra Inggris, toko buku baru itu langsung sukses. Sejauh menyangkut bisnis, dia sangat tidak efisien. Dia hampir tidak menyimpan catatan, dan bahkan tidak memberi harga pada buku-buku yang dia coba jual. Berjam-jam dihabiskan untuk mengobrol dengan orang-orang yang kebetulan menelepon, tetapi dia sangat disukai karena sangat reseptif.“Tidak ada yang pernah saya kenal yang bersikap baik terhadap saya,” kata Hemingway menyikapi Beach yang membiarkannya meminjam buku secara gratis ketika ia terlalu miskin untuk membayar ongkos langganan. Hal inilah yang sangat menarik dari Shakespare and Company, toko ini menyediakan tempat bagi calon penulis untuk mempelajari penulisan novel klasik sehingga toko buku ini menghasilkan penulis-penulis ternama seperti Ernest Hemingway, Allen Ginsberg, Gregory Corso, William S. Burroughs dan lainnya. Toko ini pun seringkali dijadikan tempat bermalam bagi para penulis literatur modern yang sedang butuh menginap, selain Hemingway ada juga F.Scott Fitzgerald pengarang dari buku The Great Gatsby.

Beach bahkan melakukan perang salib atas nama novel Joyce yang tidak diterbitkan Ulysses ketika dermawan utamanya Harriet Shaw Weaver gagal menemukan orang yang bahkan akan membuat buku itu dicetak. Itu dianggap 'tidak senonoh' oleh semua orang - termasuk Virginia Woolf. Sylvia Beach benar-benar mencurahkan segalanya untuk produksi Ulysses. Orang orang mmandang rendah karena mengasumsikan bahwa novel itu 'cabul' dan penulisnya dicap sebagai 'orang gila'. Meskipun penuh akan kontroversi, novel ini akhirnya sangat digemari oleh banyak orang di dunia adalah Ulysses, karya James Joyce. Banyak kritikus yang menilai novel terbitan tahun 1922 itu sebagai karya sastra tebesar pada abad ke-20.Namun pada tahun 1941 saat NAZI menguasai Paris, toko itu terpaksa ditutup. Lalu pada tahun 1951 seorang pemuda asal Amerika yang sangat mengagumi Sylvia, mendirikan toko buku dengan nama Le Mistral. Setelah dua tahun kematian Sylvia, George Whitman mengubah nama t okonya menjadi Shakespare and Company untuk mengenang kematian orang yang begitu dikaguminya. Tak hanya sampai di situ. Kisah dilanjutkan oleh Whitman dengan kelahiran putrinya pada 1 April 1981. Ia menganugrahkan nama Sylvia Beach juga terhadap putri semata wayangnya tersebut. Lantas setelah ia wafat, dua hari setelah berulang tahun yang ke-98 pada 2011, Sylvia Beach Whitman resmi untuk melanjutkan langkah sang ayah untuk mengelola toko itu hingga saat ini. Lengkaplah sudah kisah kelahiran kembali Sylvia Beach dan toko buku Shakespeare and Company.

[caption id="attachment_60136" align="alignnone" width="700"] Toko Buku Shakespare and Company (viator.com)[/caption]“Demi tuhan, aku sangat mencintai tempat itu, sangat nyaman dan tempat itu sangat terakurasi sehingga sangat mudah menemukan apa yang anda mau,” ungkap Madi Schulz, salah satu pengunjung yang mendatangi Shakespare and Company satu tahun yang lalu. Dari pernyataan ini, sangat menjelaskan bahwa Shakespare and Company adalah tempat yang wajib dikunjungi jika anda adalah pecinta sastra inggris.

Meski sang pendiri telah tiada, toko buku yang dia bangun masih tetap berdiri kokoh hingga sekarang. Sylvia Beach, seorang wanita dibalik toko buku yang paling terkenal di dunia yang sangat menginspirasi setiap sastrawan di belahan dunia lainnya, atas kebaikannya Toko Buku Shakespare and Company mampu menerbitkan banyak penulis ternama seperti Ernest Hemingway, Allen Ginsberg, Gregory Corso, William S. Burroughs dan lainnya.(analisa)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Ultah Golkar 20
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini