FDB: Perkembangan BUMDes sudah cukup baik termasuk juga di Sumbar. Meski demikian, perlu keseriusan juga dari perangkat desa untuk berpihak mengalokasikan dana desa untuk permodalan BUMDes atau BUMNag.Bagaimana dengan program Prukades?
FDB: Program Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) telah menjadi gerakan nasional di tahun lalu. Setiap kepala daerah diwajibkan untuk menetapkan satu fokus pengembangan potensi di masing-masing wilayahnya.Jadi, pemerintah pusat mengarahkan agar desa dapat membentuk suatu kluster ekonomi dan akan melibatkan semua pemangku kepentingan desa yakni masyarakat, pemerintah pusat, daerah, dunia usaha dan perbankan.
Kemiskinan yang masih dialami banyak desa di Indonesia terjadi karena masyarakat desa tidak memiliki kesempatan untuk memiliki usaha. Ada berbagai persoalan kenapa itu terjadi, beberapa diantaranya adalah masalah permodalan dan akses pasar yang lemah. Kemiskinan bakal bisa diatasi jika desa sudah menemukan produk unggulannya.Dia berharap ke depan masyarakat desa tidak bergantung kepada dana desa. Melainkan berdaya melalui BUMDes sebagai pengembangannya.
Langkah konkret Forum BUMDes terhadap program Prukades ini?FDB: Forum BUMDes Indonesia telah menandatangani kerjasama antara jaringan BUMDes secara nasional dengan Lion Parcel, perusahaan ekspedisi milik Maskapai Lion Air. Lion Parcel akan memberikan kemudahan bagi produk desa atau daerah untuk dikirimkan ke berbagai pelosok nusantara melalui Lion Parcel dengan sistem pengiriman udara. Hal ini menjadikan layanan pengiriman lebih cepat dengan sistem yang modern.
Dengan kerjasama ini maka produk-produk daerah terutama pedesaan di berbagai daerah akan mendapatkan rekanan yang memudahkan produk-produk daerah itu dikirimkan ke wilayah lain di Indonesia melalui jasa pengiriman Lion Air melalui udara. Jasa pengiriman melalui penerbangan memiliki keunggulan dalam hal waktu meski harus menempuh jarak pengiriman yang jauh.Selama ini, banyak komoditas lokal atau produk desa yang sebenarnya memiliki pasar yang luar dan prospektif di luar daerahnya. Hanya saja UMKM di daerah-daerah mengalami hambatan padashipping atau pengiriman antarpulau. Akibatnya, banyak komoditas yang sebenarnya bisa menciptakanrevenue yang lebih besar jika dipasarkan keluar daerah akhirnya tak bisa menjangkau pasarnya.Dengan begitu, UMKM-UMKM akan memiliki potensi untuk mengembangkan pasar dengan lebih baik dan menguntungkan dengan kerjasama ekspedisi ini. (*kutip padeks)
Editor : Adrian Tuswandi, SH