Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi anggaran, Badan Anggaran menekankan fokus anggaran dialokasikan kegiatan pokok berimplikasi kebutuhan masyarakat, bukan kegiatan pendukung seperti untuk penjalanan dinas, ATK dan lain-lain.Badan Anggaran serius terhadap proyek-proyek strategis masih mangkrak telah menghabiskan anggaran cukup besar dan tidak jelas bagiamana kelanjutan penyelesaiannya, seperti pembangunan stadium utama, gedung budaya, insenerator pengolahan limbah B3, dll.
Terdapat perbedaan angka realisasi pendapatan dan belanja daerah semester pertama tahun 2023 antara buku laporan realisasi anggaran semester pertama tahun 2023 data dalam buku Rancangan Perubahan KUA Tahun 2023.
Laporan realisasi anggaran semester pertama tahun 2023, realisasi rata-rata pendapatan daerah semester pertama 2023 sebesar 43.30 %, sedangkan dalam buku Rancangan Perubahan KUA Tahun 2023 sebesar 48.73 %.Untuk PAD, di buku realisasi semester pertama sebesar 43.42 %, sedangkan di buku Rancangan KUA
sebesar 51.04 %.Rata-rata realisasi belanja daerah dalam buku laporan realisasi anggaran semester pertama sebesar 33 %, sedangkan dalam buku Rancangan Perubahan KUA Tahun 2023 sebesar 38,11 %.
Untuk belanja operasi di buku realisasi semester pertama sebesar 40.57 %, sedangkan di buku Rancangan KUA sebesar 45.09 %.Perbedaan data ini, merupakan permasalahan terus berulang di Pemerintah Daerah. Data mana benar akan kita dijadikan sebagai rujukan dalam pembahasannya.
Dalam buku Rancangan Perubahan KUA Tahun 2023, disebutkan adanya penurunan rencana pendapatan pada Perubahan APBD Tahun 2023 sebesar Rp. 303.508.707.330, dari target ditetapkan APBD Tahun 2023 awal, dengan alasan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi yang masih dipengaruhi Covid-19, masih rendahnya rasio kepatuhan wajib pajak, penyesuaian target BLUD dan penurunan partisipasi masyarakat serta pelaku pasar dalam transaksi ekonomi.
Rencana penurunan pendapatan daerah pada Perubahan APBD Tahun 2023 sebesar Rp. 303.508.707.330,-, tidak sejalan dengan laporan realisasi anggaran semester pertama dan prognosis 6 (enam) bulan berikutnya.Untuk pendapatan daerah secara keseluruhan, realisasinya pada
semester pertama sudah sebesar 43.30 % (data buku realisasi anggaran semester pertama), sedangkan di buku Rancangan KUA sebesar 48.73 %.Sisa target tahun 2023 tinggal sebesar Rp. 3.662.712.626.461,- sedangkan prognosis atau perkiraan yang bisa di capai sebesar Rp. 3.660.129.191.933,-. Artinya hampir 100 % dari target dapat diwujudkan sampai akhir tahun 2023.
Demikian juga dengan target PAD, dimana realisasi semester pertama sudah sebesar 43.42 % dan sisa target yang akan dicapai sebesar Rp. 1.714.540.368.553,-.
