REVOLUSI Amerika adalah gerakan pemberontak yang dilakukan oleh koloni Amerika di bawah jajahan Inggris untuk memperjuangkan kemerdekaan.Peristiwa ini mulai diminati para kalangan pelajar pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mulai digandrungi di kalangan Mahasiswa dari berbagai jurusan.
“Menurut aku tuh, walaupun jurusan aku Akuntansi tapi belajar sejarah dapat memberikan banyak pembelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam bidang apapun, termasuk Akuntansi,"ungkap Nada Khairana.Dengan mempelajari materi ini, katanya bisa belajar dari kesalahan dan keberhasilan masa lalu untuk membangun masa depan yang lebih baik.
"Jadi walaupun beda bidang ya, pelajaran dari sejarah tetap bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.”ungkap Nada Khairana, 19 tahun, Mahasiswa Akuntansi, Universitas AndalasBegitu banyak hal-hal yang masyarakat Amerika lakukan untuk mencapai kemerdekaan nya. Hal ini menarik perhatian sebagian minat siswa maupun mahasiswa dari berbagai jurusan, karena dalam Revolusi Amerika membawa wawasan tentang pentingnya partisipasi rakyat aktif dalam perubahan.
Sejarah juga membantu seseorang untuk memahami bagaimana peristiwa-peristiwa tersebut memengaruhi perkembangan manusia dan dunia saat ini, serta membantu untuk seseorang atau pemerintah tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.Lokasi terjadinya peristiwa Revolusi Amerika sendiri terletak di Amerika Utara, yang merupakan jajahan Inggris pada saat itu. Awal mulanya peristiwa ini berasal dari pemimpin koloni yang memprotes sikap keras dari pemerintah Inggris.
“Ketidakpuasan atas pajak Inggris. koloni Amerika pada dasarnya menolak pajak tanpa perwakilan. Mereka sih mau aja dipakai jika amerika memiliki perwakilan di parlemen Inggris tentu saja Inggris menolak, untuk apa koloni kaya Amerika punya perwakilan di parlemen? Mereka koloni kan? Bisa apa mereka. Yah akhirnya sih ini Amerika memberontak, Yang dibalas oleh Inggris dengan ini penghancuran. Tapi akhirnya Amerika menang juga sih Karena Inggris sibuk menangani masalah yang lebih besar di Eropa yaitu seorang pria kerdil Corsica bernama Napoleon….” ungkap Kevin Bayu, Belajar SMA Jurusan IPS di Sekolah Menengah AtasKejadian itu menimbulkan perang antara Amerika Serikat dengan kerajaan Inggris. Revolusi Amerika berlangsung dari tahun 1763 sampai 1783, dan pengepungan boston tea party pada tahun 1773. Peristiwa ini di deklarasikan pada tahun 1776, dan pertempuran Yorktown pada tahun 1781.
Hal ini menarik bagi kalangan mahasiswa untuk mempelajari lebih dalam perkembangan sejarah di Amerika. Adanya Revolusi Amerika, membawa inspirasi bagi negara lain untuk merdeka dari jajahan negara lain seperti contoh Indonesia.“Sangat besar, khususnya dalam penelitian saya adalah efeknya terhadap ketidaksukaan warga Amerika Serikat terhadap teh.Ketika Kerajaan Inggris masih menguasai Amerika, teh adalah minuman favorit warga amerika selain karena rasa turut membantu penjualan teh Inggris. Budaya evening tea sangat populer baik di inggris maupun di amerika. Namun semua itu berubah ketika Kerajaan Inggris memaksakan kenaikan pajak teh karena Inggris membutuhkan banyak biaya setelah melakukan perang di Eropa. Alhasil terjadilah penolakan teh inggris di mana2, yg terkenal adalah Boston Tea Party dimana warga boston membuang teh inggris di laut yg menyebabkan raja Inggris murka dan menyulut perang.” ungkap Sammy Rizck, Alumni S2 American Studies, Universitas Indonesia.Narasumber di atas, menyampaikan pendapatnya tentang adanya pengaruh Revolusi Amerika dalam bidang politik dan sosial. Revolusi ini membentuk sistem politik Amerika Serikat yang berubah menjadi republik demokratis yang menganut prinsip demokrasi. Selain itu,Revolusi Amerika juga mempengaruhi perkembangan sosial dengan perpindahan kekuasaan dari penguasa kolonial ke rakyat. Hal ini membuka peluang mobilitas sosial dan kesuksesan bagi individu.
“Untuk menciptakan stabilitas ekonomi dan keuangan yang diperlukan untuk membangun negara yang baru merdeka. Menurut saya, adalah salah satu tantangan utama bagi Amerika dalam memulihkan perekonomian setelah Revolusi Amerika. Setelah Revolusi, negara menghadapi sejumlah masalah perekonomi, seperti inflasi, utang perang yang tinggi, dan kekurangan dana untuk membiayai pemerintah baru. Selain itu, untuk membangun hubungan ekonomi internasional yang baru dan memperbaiki sistem perdagangan yang ada, diperlukan sistem perbankan yang kuat, perencanaan fiskal yang bijaksana, dan upaya untuk mendorong investasi dalam bidang-bidang yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.”ungkap NadaNada juga berpendapat bahwa, salah satu tantangan utama bagi Amerika Serikat dalam memulihkan perekonomian setelah Revolusi Amerika adalah menciptakan stabilitas ekonomi dan keuangan yang diperlukan untuk membangun negara yang baru merdeka.
Setelah revolusi, negara menghadapi beberapa masalah ekonomi seperti inflasi, utang perang yang tinggi, dan kekurangan dana untuk membiayai pemerintah baru.Selain itu, untuk membangun hubungan ekonomi internasional yang baru dan memperbaiki sistem perdagangan yang ada, diperlukan sistem perbankan yang kuat, perencanaan fiskal yang bijaksana, dan upaya untuk mendorong investasi dalam bidang-bidang yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Berdasarkan narasumber baik dari kalangan pelajar dan mahasiswa, dapat disimpulkan bahwa mempelajari peristiwa sejarah ini memberikan wawasan yang bermanfaat tentang perjuangan dan kemajuan yang terjadi.Memahami Revolusi Amerika juga mengajarkan kekuatan rakyat untuk mengubah nasib mereka sendiri dan pentingnya kepemimpinan yang baik untuk membangun masyarakat yang adil dan inklusif.
Editor : Adrian Tuswandi, SH