Strategi Pemerintah Solok Selatan Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Tantangan

Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Bupati, Kamis (24/10/2024). (Foto: Ist)
Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Bupati, Kamis (24/10/2024). (Foto: Ist)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan, Abdul Razi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga pangan menjadi salah satu penyebab utama inflasi di daerah tersebut.

Menurutnya, harga cabai merah adalah salah satu faktor paling dominan yang menyebabkan fluktuasi harga.

Data dari BPS menunjukkan bahwa inflasi yang disebabkan oleh harga pangan biasanya terjadi pada periode tertentu, seperti sebelum dan setelah Idul Fitri.

“BPS siap menyediakan data-data yang dapat mendukung pengendalian inflasi daerah. Sebagai contoh, data konsumsi beras per kapita, daging ayam, cabai merah, dan bawang merah sangat bermanfaat dalam perencanaan kebijakan pengendalian inflasi,” jelas Razi.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid, menekankan pentingnya memastikan harga barang dan jasa tetap terjangkau oleh masyarakat.

Ia menyoroti cabai merah sebagai salah satu komoditas yang sering menjadi penyebab inflasi di daerah seperti Solok Selatan.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memahami akar permasalahan dari fluktuasi harga tersebut.

"Apakah disebabkan oleh produksi atau faktor lainnya? Perlu adanya langkah-langkah struktural yang dapat menjaga stabilitas harga jangka panjang," jelas Majid.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah, melalui dinas terkait, sudah seharusnya mempersiapkan perencanaan yang matang untuk menghadapi tahun 2025.

Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan barang dan jasa yang mengalami fluktuasi harga tinggi, sehingga inflasi bisa dikendalikan dengan lebih baik.

Editor : MS
Banner Komintau - MenteriBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini