Selain Mardianton, Tsabit, seorang pelajar yang telah dikenal karena perannya dalam berbagai aksi lingkungan, turut berbagi pengalaman inspiratif.
Ia memberikan motivasi kepada peserta untuk mulai dari langkah-langkah kecil yang berdampak besar, seperti mengurangi penggunaan plastik dan menjaga kebersihan lingkungan.
Tsabit mendorong setiap peserta agar berani mengambil tindakan sederhana untuk menjaga kelestarian alam di sekitar mereka.
"Langkah kecil jika dilakukan bersama dapat membawa perubahan besar bagi lingkungan," kata Tsabit.
Ketua PW IPM Sumatera Barat, Salendra, menyampaikan bahwa acara ini adalah bagian dari program nasional yang digagas oleh PP IPM, dengan pelaksanaan serentak di beberapa wilayah Indonesia.
Di Sumatera Barat sendiri, acara ini berlangsung di enam titik berbeda, berkat dukungan IPM tingkat daerah.
"Pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menghadapi krisis iklim," kata Salendra, menegaskan bahwa acara ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran, tetapi juga untuk membangun komitmen jangka panjang.Salendra menambahkan, PW IPM Sumatera Barat berkomitmen untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan berkontribusi pada target Net Zero Emission 2050.
Melalui berbagai kegiatan, PW IPM akan terus mengedukasi dan melibatkan pelajar agar semakin peduli terhadap lingkungan.
Sebagai bentuk implementasi dari diskusi yang berlangsung, acara diakhiri dengan aksi gotong royong membersihkan sampah plastik di sepanjang Pantai Samudera, Air Tawar Barat.
Editor : MS

