Letkol Andriyani menambahkan, faktor lain yang menjadi perhatian BINDA adalah adanya area-area blank spot atau daerah tanpa sinyal di wilayah Kabupaten Solok Selatan dan Mentawai.
“Meskipun Telkom, Telkomsel, dan Iconet telah memberikan dukungan, beberapa wilayah ini masih terkendala sinyal komunikasi yang bisa berdampak pada kelancaran Pilkada,” ujarnya.
Masa kampanye yang tengah berlangsung juga memunculkan beberapa kekhawatiran, salah satunya adalah keterlibatan anak-anak dalam kampanye.
Hal ini ditekankan oleh Letkol Andriyani sebagai salah satu masalah yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
“Masalah infrastruktur juga perlu diatasi, karena masih banyak jalan yang rusak dan sempit, yang berpotensi menghambat pendistribusian logistik Pilkada,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Sumbar, Surya Efitrimen, menekankan bahwa Pilkada Serentak tinggal menghitung hari, yaitu pada 27 November 2024.KPU Sumbar bersama seluruh KPU kabupaten dan kota serta badan adhoc lainnya berkomitmen untuk mendistribusikan logistik Pilkada ke seluruh TPS paling lambat pada H-1 sebelum hari pemungutan suara.
“Ini sesuai dengan prosedur yang diterapkan pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu,” tegas Surya Efitrimen di hadapan peserta rakor yang melibatkan unsur Forkopimda Sumbar, Kesbangpol, BPBD, serta perwakilan KPU dan Kodim dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar. (***)
Editor : MS