Berita Terkini: Harga Emas Anjlok 3% ke Level Terendah Tiga Minggu Terakhir Akibat Kemenangan Trump

Ilustrasi. (Foto: istockphoto.com)
Ilustrasi. (Foto: istockphoto.com)

Para investor memprediksi bahwa kebijakan Trump akan memperkuat dolar AS.

Hal ini dapat membuat The Fed menunda rencana pelonggaran kebijakan apabila terjadi kenaikan inflasi yang dipicu oleh tarif baru yang kemungkinan akan diberlakukan.

Penguatan dolar AS tercatat menyentuh level tertinggi dalam empat bulan terakhir, menjadikan emas lebih mahal bagi para pembeli di luar negeri.

Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, menyebutkan, “Harga emas akan mengalami fluktuasi akibat potensi inflasi yang semakin tinggi, yang bisa memperlambat laju penurunan suku bunga The Fed jika tarif tambahan diberlakukan.”

Hansen juga menambahkan bahwa Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis diperkirakan akan tetap memangkas suku bunga.

Namun, pernyataan lain dari The Fed akan menjadi sorotan investor guna mencari indikasi terkait potensi jeda dalam siklus pelonggaran.

Saat ini, The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar seperempat basis poin, menyusul pemangkasan sebelumnya sebesar 50 basis poin pada September.

Bukan hanya emas yang terpengaruh oleh kemenangan Trump dan penguatan dolar, tetapi juga harga komoditas lainnya seperti minyak, gas, logam, dan biji-bijian, yang turut mengalami penurunan.

Harga perak spot dilaporkan anjlok hingga 4,4%, menjadi sekitar US$ 31,22 per ons.

Platinum juga melemah sebesar 0,9% ke level US$ 991,05 per ons, sementara paladium turun sebesar 2,8% ke US$ 1.0435,26 per ons. Ketiga logam tersebut menyentuh titik terendah dalam tiga minggu terakhir.

Editor : MS
Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini