Menurut Muhidi, sektor UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah hingga nasional.
Bahkan, Presiden Prabowo telah menetapkan target ambisius, yakni pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, yang salah satunya akan dicapai melalui optimalisasi UMKM.
"Kita di Sumbar harus optimis mendukung kebijakan ini. Melalui UMKM, kita tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga membantu pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," ujarnya dengan semangat.
Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Endrizal, yang menjelaskan bahwa Perda Nomor 16 Tahun 2019 adalah regulasi komprehensif yang menjadi landasan utama dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM.
"Perda ini mengatur pemberdayaan masyarakat untuk membentuk UMKM baru, melindungi UMKM yang sudah ada, dan mendorong mereka agar bisa bersaing hingga ke tingkat internasional," jelas Endrizal.
Ia menambahkan, dinas telah menyusun tiga tahapan program pengembangan UMKM yang dapat diikuti masyarakat:- Tahap pembentukan UMKM, melalui pelatihan dasar.
- Tahap pengembangan, untuk memperkuat daya saing UMKM yang sudah berdiri.
- Tahap perluasan skala usaha, dengan menjangkau pasar nasional hingga internasional.
Dengan mengikuti ketiga tahapan ini secara serius, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat pribadi, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan ekonomi daerah.
"Manfaat UMKM tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas melalui efek domino pada pertumbuhan ekonomi," tegas Endrizal.
Melalui sosialisasi ini, Ketua DPRD Sumbar Muhidi berharap masyarakat Kota Padang dapat lebih aktif mengambil peran dalam mengembangkan UMKM.
Ia meyakini bahwa dengan semangat gotong royong dan dukungan dari berbagai pihak, sektor UMKM dapat menjadi fondasi kokoh untuk pembangunan ekonomi yang inklusif.
Editor : MS