Menurutnya, kebersamaan adalah kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
"Keindahan seperti ini harus terus kita hadirkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam mendorong pembangunan Sumbar ke depan," tambahnya.
Terkait pengelolaan sampah akibat festival ini, Mahyeldi memastikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang untuk membersihkan area setelah acara berakhir.
"Masalah limbah pasti ada, tapi kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kebersihan tetap terjaga," jelasnya.
Sebagai penanggung jawab acara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar, Maifrizon, menyatakan bahwa pemilihan waktu pelaksanaan festival bersamaan dengan CFD bertujuan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
"CFD adalah momen yang tepat untuk berbagi kebahagiaan, sehingga semua warga bisa menikmati festival ini tanpa terkecuali," ungkap Maifrizon.Festival "Makan Durian Basamo" sukses memberikan pengalaman berbeda bagi warga Sumatera Barat.
Dengan kombinasi CFD yang lebih panjang, kemeriahan festival, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, acara ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang semakin besar di tahun-tahun mendatang. (***)
Editor : MS
