Ajakan ini mendapat tanggapan positif dari Pengurus Wilayah Aisyiah (PWA) Sumatera Barat.
Ketua PWA Sumatera Barat periode 2022-2027, Syur’aini, menyatakan bahwa organisasi yang telah berdiri sejak 27 Rajab 1335 H atau 19 Mei 1917 ini memiliki lembaga yang berhubungan langsung dengan pertanian.
Oleh karena itu, penerapan pola bertani SPM akan menjadi pembahasan lebih lanjut dalam internal organisasi.
“Kami akan mendiskusikan lebih lanjut ajakan dari Pak Haji Alex ini bersama pengurus lainnya. Ketahanan pangan harus dimulai dari skala rumah tangga agar dampaknya lebih luas,” ujar Syur’aini.Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pertanian organik, pola Sawah Pokok Murah diharapkan mampu menjadi solusi untuk pertanian berkelanjutan yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. (***)
Editor : MS