Erwin menambahkan, kematangan dan kedewasaan kader Soksi di Sumatera Barat menjadi modal strategis bagi konsolidasi organisasi ke depan.
Ia menekankan pentingnya konsolidasi paripurna yang meliputi tiga matra utama: kelembagaan, program, dan kaderisasi.
Dalam aspek kaderisasi, Erwin menjelaskan perlunya pelaksanaan kaderisasi baik secara horizontal untuk anggota internal maupun vertikal melalui komunikasi intensif dengan Depinas di Jakarta.
Soksi Sumbar Fokus Kaderisasi, Penguatan Program, dan Perluasan Jejaring
Erwin Ricardo menegaskan, kaderisasi swadiri harus menjadi metode utama, di mana setiap kader mengasah dirinya secara langsung di tengah masyarakat untuk menjadi kader bangsa yang paripurna.
Dengan demikian, mereka mampu tampil sebagai pemimpin yang solutif, berwawasan kebangsaan, serta adaptif terhadap kemajemukan.
Dalam konsolidasi program kerja, Depidar Soksi Sumbar diharapkan aktif memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan elemen masyarakat sipil.
Menurut Erwin, atensi utama program kerja perlu diberikan kepada sektor ekonomi yang menyentuh kelompok rentan seperti petani, peternak, dan nelayan.Selain itu, penguatan kompetensi kader dapat ditempuh melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, sedangkan literasi politik dapat digiatkan melalui kerjasama dengan KPUD, Bawaslu, dan organisasi pemantau Pemilu.
Soksi Sumbar juga diingatkan untuk berperan aktif dalam advokasi terhadap kelompok termarginalisasi akibat regulasi pembangunan serta menjadi mediator potensi konflik antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Kader Soksi, tambah Erwin, mesti cakap menjadi "solution maker" atas berbagai persoalan sosial-ekonomi, termasuk melalui penguatan koperasi dan mendorong terciptanya lapangan kerja untuk kaum muda produktif.
Editor : MS