Dua Jam Menaklukkan Anak Super Nakal Lewat Empati Sosial

Dua Jam Menaklukkan Anak Super Nakal Lewat Empati Sosial
Dua Jam Menaklukkan Anak Super Nakal Lewat Empati Sosial

Esok paginya, saya membawa mereka ke panti asuhan Nurul Haq di Padang Lua, Bukittinggi.

Sebelum itu saya menyumbangkan Rp10 juta dari kantong pribadi dalam bentuk sembako dan komputer, lalu berpura-pura menyebutkan bahwa barang tersebut berasal dari para siswa.

Mereka antusias membawa beras dan barang lainnya melewati pematang sawah.

Meski terpeleset dan berkubang lumpur, mereka tetap menjaga donasi itu agar tidak rusak.

Sesampainya di panti, kami gelar permainan interaktif tanpa jarak antara mereka dan anak-anak panti.

Ketika kunjungan berakhir, anak-anak menaiki bus dan melambaikan tangan perpisahan kepada penghuni panti dengan haru.

Di dalam bus, wakil kepala sekolah berdiri dan berkata, “Kalian tahu? Bantuan itu bukan dari kita.

Tapi saya minta izin, apakah sisa dana satu juta bisa kita sumbangkan juga?” Sontak para siswa serempak menjawab, “Tidak, Pak! Jangan!”

Namun Subhanallah, dalam perjalanan pulang satu per satu dari mereka mulai menyodorkan uang jajan mereka sendiri untuk disumbangkan.

Ada yang memberi Rp10 ribu, Rp20 ribu, bahkan ada yang memberikan Rp100 ribu.

Editor : MS
Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini