"Kita adalah perusahaan berusia 115 tahun. Sudah melewati perang, nasionalisasi, krisis ekonomi, reformasi, pandemi dan kini era digital. Kalau hari ini kita sedang berada dalam tekanan, artinya bukan sedang gagal tapi bersiap untuk bangkit kembali!"
Industri semen memang agak lesu, namun cewang kebangkitan sudah tampak. Danantara sedang fokus mengatur BUMN dan anak-anak usahanya. COO Danantara menggarisbawahi.
"lima poin penting yang menekankan integritas, profesionalisme, dan efisiensi dalam bekerja. Pesan ini mencakup larangan berutang budi, larangan menerima tekanan dalam bekerja, larangan penggunaan protokol berlebihan, larangan keterlibatan keluarga dalam urusan kantor, dan larangan bermain golf di hari kerja."
Pesan Dony untuk Semen Indonesia,"Anak usaha diberikan keleluasaan untuk berakselerasi sesuai dengan aturan dan koridor yang berlaku, sementara induk usaha fokus pada pengendalian kinerja dan memberikan arahan serta masukan yang konstruktif."
Dony menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan industri strategis seperti pabrik semen karena memiliki dampak berganda bagi perekonomian daerah dan nasional.
Makanya kemudian, plt Dirut Semen Padang Pri Gustari, mengajak semua karyawanya," Seluruh insan PT Semen Padang Grup dari yang mengawal produksi di Indarung hingga yang mengelola distribusi di pelosok Sumatera, kita semua adalah energi utama perusahaan ini.Di saat yang sama, mari kita perkuat komitmen terhadap keberlanjutan dengan terus menjaga keseimbangan antara produktivitas, kelestarian lingkungan, dan kontribusi bagi masyarakat. " bermaksud memperkokoh posisi di Sumatera.
Jejaknya memang sudah panjang, maka tak heran, Pabrik Indarung 1 berdiri 1910 dinyatakan sebagai cagar budaya nasional pada 2023. Tak hanya itu, juga berjaya dalam dokunmneb 1910 sampai 1970," Arsip Pabrik Indarung I PT Semen Padang telah diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MOWCAP)." Ini, diserahkan Unesco pada pada acara 10th MOWCAP General Meeting yang digelar di Ulaanbaatar, Mongolia, Rabu, (8/5/2024).
Demikian nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda, telah lama berlalu. Sekarang yang lebih penting, bekerja untuk masa depan. (***)
Editor : MS