Malah, sekalipun menerima bola dengan tidak baik, akan selalu memberikan bola yang terbaik.
Baca juga: Anggota DPRD Sumbar Irsyad Syafar Dorong Tenis Meja Semakin Memasyarakat Lewat Kejurprov Sumbar 2026
"Permainan ini perlu dilestarikan untuk menghidupkan kembali semangat para pejuang dalam menghadapi penjajah," ujar Evi Yandri.
Sebagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, sepak Rago saat menghadapi penjajah, sebagai permainan untuk mengelabui penjajah, karena generasi muda saat itu tidak boleh belajar silat.
Evi Yandri menambahkan, dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, sepak Rago yang tetap bertahan hingga saat ini di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. Di Kota Padang hanya terdapat di Kecamatan Koto Tangah, Kuranji dan Kecamatan Nanggalo."Demikian juga Kabupaten Padang Pariaman. Sepak Rago hanya terdapat di sejumlah kecamatan di daerah tersebut," tutup Evi.(*)
Editor : MS