Irman Gusman: Pemangkasan TKD Harus Jadi Momentum Pemda Lebih Kreatif Tingkatkan PAD

Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menilai pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam RAPBN 2026 harus jadi momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih kreatif meningkatkan PAD tanpa membebani rakyat. (Foto: Ist)
Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menilai pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam RAPBN 2026 harus jadi momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih kreatif meningkatkan PAD tanpa membebani rakyat. (Foto: Ist)

Irman menambahkan, pemerintah juga harus memberi perhatian khusus kepada daerah yang selama ini memang masih sangat bergantung pada TKD. “Di wilayah seperti itu, sektor jasa dan sumber PAD lain belum berkembang. Kalau transfer pusat dikurangi tanpa kompensasi, maka pembangunan bisa terhambat dan rakyat yang paling merasakan dampaknya,” tutupnya.

Advertisement
Banner IKA UNAND
Scroll kebawah untuk lihat konten
Memang, sebagaimana disampaikan oleh Menkeu Sri Mulyani, bahwa TKD mengalami penurunan, namun belanja pemerintah pusat untuk daerah mengalami kenaikan cukup besar. “manfaat dari program belanja pemerintah pusat juga dirasakan oleh masyarakat di daerah," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Sri Mulyani kemudian menjelaskan bahwa penurunan TKD tahun ini dan anggaran tahun 2026 merupakan bagian dari penyesuaian anggaran menyeluruh. Ia merinci transfer keuangan daerah (TKD) dalam RAPBN 2026 sebesar Rp269 triliun itu sebagai berikut: Dana Bagi Hasil (DBH) Rp45,1 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp155,1 triliun, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp373,8 triliun, Dana Otonomi Khusus (Otsus) Rp13,1 triliun, Dana Afirmasi Istimewa DIY Rp500 miliar, Dana Desa Rp60,6 triliun dan Insentif Fiskal Rp1,8 triliun. (***)

Editor : MS
Banner HPN NeviBanner HPN NurnasBanner HPN RahmatBanner HPN JPS 1
Bagikan

Berita Terkait
Terkini