Berani menyuarakan kebenaran dalam kondisi seperti ini butuh hati yang zuhud nggak takut miskin atau dipecat karena percaya semua urusan ada di tangan Allah.
Gimana Cara Menasihati dengan Baik?
Nah, ini yang sering jadi pertanyaan. “Kan harus bilang yang benar, tapi takut menyinggung atau dijauhin teman.”
Rasulullah SAW mengajarkan prinsip yang balance. Di satu sisi, kita harus berani mengatakan kebenaran, sekalipun pahit. Tapi di sisi lain, caranya harus bijak dan lemah lembut.
Allah berfirman dalam QS. An-Nahl: 125, “Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik.”
Nabi juga memberi panduan praktis:
1. Kalau kamu mampu mengubah kemungkaran dengan tangan (kekuasaan), lakukan.2. Kalau nggak mampu, ubah dengan lisan (nasihat yang baik).
3. Kalau masih nggak sanggup, tolaklah dengan hati dan itu selemah-lemah iman.
Jadi, nggak ada alasan untuk diam saja melihat kemungkaran. Sesuaikan aksi kita dengan kemampuan, yang penting niatnya tulus dan caranya tepat.
Ngomong-ngomong soal Etika Jualan: Bolehkah Memuji Barang Berlebihan?
Ini relevan banget di era online shop dan influencer. Secara syariat, memuji barang dagangan secara berlebihan itu ternyata berisiko, lho!
Editor : Editor