BPDP, Ditjenbun dan BPI Gelar Pelatihan Panen dan Pascapanen Pekebun Sawit Pasaman Barat

Peserta pelatihan panen dan pasca panen sawit asal Pasaman Barat saat mengikuti pembekalan dari BPDP, Ditjenbun, dan BPI di Kota Padang. (Foto: Ist)
Peserta pelatihan panen dan pasca panen sawit asal Pasaman Barat saat mengikuti pembekalan dari BPDP, Ditjenbun, dan BPI di Kota Padang. (Foto: Ist)

Padang, - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) melalui program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS), dengan rekomendasi teknis dari Ditjenbun dan penyelenggara Best Planter Indonesia (BPI), menyelenggarakan pelatihan Panen dan Pasca Panen bagi 60 pekebun asal Kabupaten Pasaman Barat.

Pelatihan berlangsung di Hotel Axana, Padang dari 09 -13 September 2025 dan kunjungan lapangan ke PT Mutiara Agam, Desa Tiku V Jorong, Kec. Tanjung Mutiara, Kab. Agam - Sumatera Barat.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat, baik secara kuantitas (ton/ha TBS) maupun kualitas (% rendemen). Dengan menjaga kuantitas, volume jual tandan buah segar (TBS) meningkat, sementara kualitas memengaruhi harga jual TBS.

“Diharapkan, TBS pekebun sawit dapat dijual sesuai harga ketetapan Dinas Perkebunan dengan standar mutu yang baik,” ujar Ir. Baginda Siagian, M.Si., Direktur Direktorat Tanaman Sawit dan Aneka Palma, saat membuka kegiatan.

Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Ketenaga Pelatihan Puslatan Kementan, Dr. M. Apuk Ismane, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa perkebunan kelapa sawit menjadi pondasi penting dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi.

Produk sawit tak hanya untuk pangan seperti minyak goreng, tetapi juga energi terbarukan melalui biofuel (B40) dan produk turunannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan, Tanaman Tahunan dan Penyegar, Vera Yusria, S.P., M.Si., mewakili Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumbar, menyampaikan bahwa sektor pertanian dan perkebunan menyumbang 33 persen APBD provinsi.

Bahkan, 80 persen aktivitas di dermaga Teluk Bayur didominasi oleh komoditas CPO dan CPKO. “Kita perlu bersama-sama mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit di Sumbar,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Afrizal, S.P., M.Si., menambahkan, program BPDP menjadi angin segar bagi pekebun sawit di tengah keterbatasan anggaran.

Ia menilai, selain pelatihan, program beasiswa sawit, peremajaan sawit rakyat (PSR), dan sarana-prasarana perlu terus didorong.

Editor : MS
Banner Sekjen PWI PusatBanner Rahmat Saleh - Milda Berdaya
Bagikan

Berita Terkait
Terkini