Ia menekankan, peringatan Hari Tani tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan titik awal kebijakan yang berpihak pada petani.
Rahmat menegaskan komitmennya di Komisi IV untuk mendorong alokasi anggaran, peraturan yang mendukung industri hilir, serta skema pembiayaan yang menyatukan pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha lokal.
“Kita punya komoditas unggulan, tugas kita sekarang memastikan nilai itu dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat Sumbar, bukan hanya laporan ekspor,” pungkasnya.Apabila kebijakan, investasi hilir, dan pemberdayaan petani mampu berjalan beriringan, maka Hari Tani Nasional 2025 bisa dikenang sebagai awal transformasi pertanian Sumbar menuju nilai tambah yang lebih besar. (***)
Editor : MS