Tour Guide Terbaik Textyle Art Council Amerika Semenjak 1992

Mulyandri Ramadhan Bachtiar, Tour Designer. (Foto: Ist)
Mulyandri Ramadhan Bachtiar, Tour Designer. (Foto: Ist)

Seorang Mulyandri yang luar biasa!

Alhamdulillah ternyata perjalanan hidup saya tidak terlalu sia - sia. Banyak akhirnya anak muda diSumbar sendiri dan Indonesia yang mengikuti " Jejak - Jejak TULUS " dan akhirnya ikut berjuang bersama menciptakan Green Tourism Destination didaerahnya masing - masing.

Alhamdulillah selama perjalanan kehidupan saya ternyata banyak menginspirasi banyak orang. Khususnya didunia pariwisata dan training. Dan hebat serta luar biasanya seorang Andrie (panggilannya) dia bisa memotivasi saya untuk terjun lagi kedunia pariwisata setelah semenjak 2009 saya melupakannya!

Siap Jadi Sopir!

Perkenalan saya pertama kali dengan beliau sekitar tahun 2011 ketika tiba - tiba dia menelpon saya dan mengatakan ingin bertemu saya dan belajar tentang pariwisata. Mendengar kata pariwisata pada saat itu saya tidak menggubrisnya. Saya tidak lagi memikirkan bisnis pada saat itu. Dan permintaan pertemuannya saya tolak. Tapi sepertinya penolakan tersebut tidak membuatnya jera. Dia selalu menelpon saya berulang. Berulang - rulang !..Akhirnya kegigihanya membuat saya kalah. Saya mengabulkan permintaannya untuk bertemu dan mengajaknya Shasami.

Memulai lagi Kebiasaan Shasami

Salah satu kebiasaan saya sebelumnya yang tidak saya lakukan lagi ketika sakit adalah Shasami. Shasami singkatan dari Sarapan sambil silaturahmi.

Saya biasanya mengajak sarapan teman - teman, orang dekat dan orang yang membutuhkan. Lapau dan warung kopi bukan tempat biasa buat saya bahkan seperti "Kampus Alam" karena disana saya bisa belajar banyak hal. Belajar mengenal kharakter banyak orang dari level bawah sampai atas. Belajar etika, komunikasi dan bahkan bisnis. Bahkan Lapau atau Warung Kopi sudah seperti kantor buat saya. Makanya saya membuat konsep bisnis sendiri "Alam Takambang Jadi Kantua" plesetan dari falsafah Minangkabau "Alam Takambang Jadi Guru"

Dan biasanya saya saya sarapan setiap paginya di 4 tempat berbeda tergantung dari keinginan sarapan pagi itu dan bertemu dengan siapa.

Dan biasanya disatu tempat saya order makanan dan minuman khusus ala saya dan selalu duduk ditempat yang sama sehingga kalau saya masuk kewarung tersebut waiter langsung teriak " Pak Ridwan ya...biasa!".

Dan semenjak saya sakit saya tidak dibolehkan lagi oleh dokter dan khususnya istri untuk membawa mobil sendiri. Dan karena kasihan melihat istri yang selalu mengantar saya Shasami akhirnya saya putuskan membuat aksi sendiri "No Plan Trip!"

Keisengan saya adalah suka membuat istilah sendiri. Contoh ketika hijrah tahun 2007 saya menyebut diri sendiri sebagai "Assistant Garin" yang kalau ditanya ke orang Minang mungkin dia mengerti. Dan ketika menyebut pekerjaan saya sebagai Tour Designer yang bagi orang pariwisata sendiri istilah itu masih awam, Life Experience Tourism, Green Tourism Destination, Sotopreunership (social tourism) dan lain-lain.

No Plan Trip adalah kebiasaan baru saya karena saya suka jalan kaki. Dan juga dokter melarang saya olah raga berat. Dan kebetulan dulu saya aktif diorganisasi jalan kaki dengan mendirikan IndonesiaWalks. Bahkan saya pernah jalan kaki sepanjang 400 KM mengelilingi Pulau Kyusu - Jepang dan tertulis dalam sebuah buku "Kyusu Romance Walking". Dan bahkan yang lebih luar biasa lagi saya pernah diberi kehormatan membuka even jalan kaki terbesar didunia "Tokyo 3 Days Walks" oleh Japan Walking Association (JWA) pada Novermber 2002 dan menjadi presiden jalan kaki termuda didunia di International Marching Leaque (IML). Dan kalau tidak salah satu-satunya presiden yang non jendral karena rata-rata pemimpin asosiasi jalan kaki adalah para jendral!

Editor : MS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini