Tour Guide Terbaik Textyle Art Council Amerika Semenjak 1992

Mulyandri Ramadhan Bachtiar, Tour Designer. (Foto: Ist)
Mulyandri Ramadhan Bachtiar, Tour Designer. (Foto: Ist)

No Plan Trip bukan jalan kaki biasa. Saya biasa memulai jalan kaki start dari rumah sekitar jam 6 pagi untuk menuju ketempat Shasami yang saya ingini pada pagi itu. Dan sebagai tantangan saya selalu coba rute jalan kaki yang berbeda setiap hari untuk menjadi tantangan buat saya sekaligus mencari inspirasi. Karena saya pernah membaca " If you walk, you can see the color of wind! ".

Dan saat berjalan apabila menemukan kaca atau paku dijalan saya coba buang ketempat yang aman. Begitu juga sampah! Bahkan diawal tahun 2000an saya malah mengajak wisatawan untuk melakukannya dengan program " Clean The City by Walking serta Clean the Beach by Walking " yang saya rancang khusus karena rasa kecewa saya. Karena semenjak Kota Padang tidak dipimpin lagi oleh bapak Syahrul Ujud kota Padang tidak lagi mendapat gelar kota terbersih se Indonesia. Sebetulnya program ini sentilan buat pemimpin dan warga kota orang mau datang kesini untuk memungut sampah..bayar lagi! Tapi lucunya wisatawan saya senang karena merasa turut menyelamatkan lingkungan!

Saya mengajak Andrie pertama kali Shasami disebuah warkop diNipah atau kawasan pecinan dan ingin tahu tentang dia lebih dalam dan kenapa dia ingin belajar pariwisata dari saya.

Junior Saya di STBA Prayoga

Dia bercerita bahwa dia adalah junior saya dikampus. Tapi dia tidak pernah bertemu saya waktu dikampus walaupun dia banyak kenal dan berteman dengan teman - teman saya yang seangkatan dengan saya.

Setelah selesai kuliah dia pergi merantau keBali untuk bermaksud mencari kerja sebagai pemandu wisata atau guide karena dia menguasai bahasa Inggris.

Waktu dia diBali dia tinggal kos ditempat teman - temannya yang seangkatan dengan saya yang sudah datang duluan kesana. Rata - rata pekerjaan mereka sebagai freelance guide dan kerja serabutan apa saja yang bisa menghasilkan income. Tapi kebanyakan mereka berprofesi sebagai guide liar karena belum terdaftar dan tidak memiliki guide license.

Sudah Mendapatkan Bantuan Dari Saya Jauh Sebelum Dia Mengenal Saya.

Waktu dia diBali dia bersama kawan - kawan yang seangkatan dengan saya mengalami kehidupan yang cukup berat karena ada peraturan baru dari dinas pariwisata disana bahwa setiap guide disana harus memiliki license dan license diberikan khusus hanya kepada penduduk lokal. Kehidupan mereka semakin berat karena selalu ada razia dan bagi guide liar akan ditangkap. Cukup lama mereka harus sarapan pagi dengan secangkir kopi dan bakwan. Begitu juga dengan makan siang dan makan malamnya karena sudah tidak mempunyai penghasilan.

Seniornya mulai menghubungi teman - temanya yang sudah dianggap sukses. Dan sedihnya hampir semua menolak dengan alasan baru beli rumah atau mobil. Ada saja alasannya. Tapi ketika seniornya menghubungi saya saya langsung mentransfernya yang membuat mereka selamat juga makannya untuk beberapa lama. Tapi waktu itu dia tetap belum mengenal saya.

Setelah dia merasa gagal diBali akhirnya dia pindah keLombok. Dan tak lama kemudian dia dapat pekerjaan disebuah hotel berbintang disana.

Editor : MS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini