Tour Guide Terbaik Textyle Art Council Amerika Semenjak 1992

Mulyandri Ramadhan Bachtiar, Tour Designer. (Foto: Ist)
Mulyandri Ramadhan Bachtiar, Tour Designer. (Foto: Ist)

Waktu bekerja dihotel dia banyak melayani dan membantu tamu - tamunya orang asing yang bekerja diNGO Internasional. Salah satu pimpinan NGO dari Swiss sangat senang sekali dengan Andrie dan akhirnya menawarkan dia untuk bekerja diNGO tersebut dengan gaji dan pekerjaan yang lebih menyenangkan. Sampai akhirnya dia memegang posisi yang cukup penting dibagian logistik di NGO tersebut.

Membaca Profile Tentang Saya diKompas

Ketika sekitar tahun 2003 dia membaca sosok tentang saya dikoran Kompas dengan judul " Ridwan Tulus Bisnis Wisata Jalan Kakinya Mendunia ". Dan disana tertulis tamatan STBA Prayoga tahun 1995 yang berarti sama dengan senior - seniornya diBali pada saat itu. Dia kaget karena ternyata ada juga alumni kampusnya yang sudah mempunyai reputasi internasional. Dan dia sangat senang membacanya karena mempunyai perusahaan tour adalah mimpinya.

Dia langsung menelpon seniornya diBali perihal berita saya diKompas dan menanyakan apakah seniornya tersebut mengenal saya.

" Lo itukan orang yang dulu membantu dan menyelamatkan kita ketika menghadapi masa sulit diBali dulu " jawab seniornya yang membuat dia ternganga.

Akhirnya karena tertarik dengan ide dan program wisata yang saya kembangkan dia mengumpulkan berita - berita tentang saya baik dimedia cetak maupun internet dan mengklippingnya. Dia sangat tertarik sekali dengan ide - ide saya tentang Life Experience Tourism, Green Tourism dan Social Tourism dan berniat memiliki perusahaan yang sama.

Akhirnya setelah cukup lama berkecimpung didunia NGO dia akhirnya memutuskan mempunyai tour operator operator sendiri. Dia akan mencari saya dan yakin bahwa saya akan mau mengajarnya tentang pariwisata. Dan lucunya ayahnya juga menawari hal yang sama ketika dia mengatakan keinginan yang kuat untuk terjun kedunia pariwisata. " Carilah orang ini kalau memang ingin terjun kedunia pariwisata !" Kata ayahnya sambil menyodorkan salah satu media nasional yang sosok saya ada didalamnya.

Sebelum memutuskan resign dari perusahaan ngo yang menggajinya cukup besar, dia sebelumnya pernah mendata lebih dari 1.000-an perusahaan biro perjalanan wisata dari berbagai propinsi di Indonesia dia melihat suatu kecenderungan kesamaan program (copy paste dalam istilah IT). Tidak ada kreativitas, sehingga bingung menentukan siapa yang harus dipelajari karena tidak jelas siapa yang memulai program tersebut, takut belajar bukan dari sumber yang tepat.

Dan dia menyadari sepenuhnya dunia pariwisata tersebut merupakan suatu usaha yang sangat banyak variasinya karena secara logika setiap orang akan mempunyai minat yang berbeda. Akhirnya perbedaan yang dicari tersebut berujung pada program yang diusung Sumatra and Beyond, warna-warni pelangi yang dia sukai terlihat di sini. Ternyata tidak warna saja yang ditemui, tetapi juga cara memandang warna tersebut yang sangat unik yang akhirnya menghasilkan kombinasi warna warni yang mengagumkan.

Makanya setelah dia tahu tentang program - program wisata yang saya garap banyak sekali manfaatnya bukan saja buat wisatawan tapi juga didestinasi yang saya kembangkan dia akhirnya dia nekat untuk resign dan mendirikan perusahaan sendiri dengan nama Malala Tours Indonesia dan dia memohon kepada saya untuk bersedia berbagi ilmu dengannya. Dan dia malah mengatakan siap menjadi sopir saya asal saya mau menerima dan berbagi ilmu dengan dia sambil melihatkan album kumpulan berita tentang saya baik dimedia nasional dan internasional yang telah dikumpulkan cukup lama setelah mengenal saya.

Saya begitu terpaku melihat keinginan yang keras dan tekat yang luar biasa sehingga saya memutuskan untuk menerima dan berjanji dalam hati untuk memberi seluruh ilmu yang saya punya kepada dia walaupun tidak seberapa.

Editor : MS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini