Ketua Dewan Pembina Prof Delfitri menyebut pertemuan ini menghasilkan kemajuan signifikan.
"Kedua pihak sepakat untuk menyesuaikan jadwal kongres dan menyiapkan kepanitiaan bersama agar agenda penyatuan bisa berjalan lancar," jelasnya.
Sementara itu, Prof Fasli Jalal menilai langkah rekonsiliasi ini sebagai bentuk kedewasaan intelektual alumni Unand.
"Kalau dua pihak ini bisa duduk bersama dan melangkah ke depan, itu sudah lompatan besar. Yang penting, jangan lagi melihat ke belakang, tapi fokus ke depan untuk nama baik Unand," ujar Fasli.
Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor Unand serta para pembina seperti Prof Fasli Jalal dan Prof Delfitri, yang telah berupaya mempertemukan dua pihak yang sebelumnya berbeda pandangan terkait pelaksanaan kongres alumni."Ini hasil kerja bersama. Kita sudah termasuk dalam 10 besar universitas terbaik di Indonesia. Ke depan kita ingin Unand lebih baik lagi, lebih berperan, dan alumninya lebih kompak," pungkas Mahyeldi. (***)
Editor : MS

