Design Hunsela sendiri merupakan modifikasi dari Huntara dengan hak Cipta Prof Dr. Fauzan dan team yang telah dimanfaatkan pada pembuatan Huntara untuk korban Bencana Pasaman pada tahun 2022 yang lalu.
Usar rajo Kaciak Ninik Tanjung mengungkapkan harapan besar dan rasa syukurnya dengan akan berdirinya 11 Hunsela bagi anak kemenakan beliau. “Huntara mandiri dengan swadaya dan bantuan berbagai donatur serta relawan berupa masing-masing satu kamar bagi setiap KK di minggu awal bencana banjir yang telah kami manfaatkan, Alhamdulillah sangatlah membantu kami bertahan. Namun untuk kedepannya dua rumah panjang dengan masing-masing 6 dan 5 kamar tersebut tidak layak lagi untuk menjalani kehidupan yang wajar bagi anak cucu kami, mereka perlu kehidupan yang normal Kembali, tidak mungkin selamanya kami hidup dalam suasana mengungsi…”, ujarnya dengan mata kaca.
Beliau yang sejak muda memiliki keahlian bertukangpun ikut terjun langsung dalam proses pertumbuhan Hunsela setiap harinya. Para wanita suku tanjuang tak kalah bersemangatnya dengan adanya Hunsela dan selalu menyiapkan berbagai makanan bagi tukang yang sebagian besar adalah adalah dari sanak keluarga sendiri serta para relawan yang tak hentinya berdatangan dan menawarkan bantuan dari berbagai lini.
Kontribusi Pengabdian Masyarakat UNAND- ITB
Sebagai anggota team dalam Kegiatan Pengadian Masyarakat Kemendiktisaintek dengan judul “Penaganan dan Pemulihan Cepat bencana Banjir Sumatera Barat dengan Pendekatan Multidisplin dan Teknologi Tepat Guna” team UNAND-ITB menawarkan bantuan sebanyak 2 Unit Hunsela bagi Suku Tanjuang untuk mensuport 9 Unit lainnya dengan donatur Perempuan Peduli Bencana. Tak hanya itu, Pengabdian Masyarakat yang diketuai ketuai oleh Prof. Dr. Ramadhani Eka Putra (ITB) ini juga telah menyumbangkan satu unit Pembangkit Listrik tenaga Surya dengan Koordinator Dr. Bryan Denov, S.T., M.T.
Disamping untuk Hunsela, kegiatan pengabdian masyarakat dengan keterlibatan berbagai Universitas ini juga melakukan kegiatan penguatan perekonomian warga terdampak dengan memberikan pelatihan usaha pangan rumahan yang berkualitas (Untuk demonya kita berkolaborasi dengan Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat), SITH ITB juga memberikan Training of Trainer (ToT) untuk pangan olahan madu lebah, pengemasan makanan agar tahan beberapa tahun serta juga memberikan donasi beberapa kebutuhan pakaian, kebutuhan bayi dan wanita, serta berbagai peralatan dan fasilitas pemulihan bagi warga terdampak lainnya di Kecamatan Pauh, Kuranji dan Nanggalo. (***) Editor : Editor