“Untuk betonisasi jalan ini, insya Allah dikerjakan tahun 2026. Aspirasi lainnya akan kita dorong masuk di anggaran 2027,” katanya.
Sementara itu, sesi dialog berlangsung dinamis. Warga menyampaikan sejumlah keluhan dan usulan, di antaranya penanganan longsor pasca bencana hidrometeorologi yang menyebabkan akses jalan dan drainase terputus. Warga juga berharap adanya bantuan bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor perikanan.
Tak hanya itu, kreativitas warga turut mencuri perhatian. Salah seorang warga memperkenalkan produk bakso rumahan khas Griya Syahlinar (GSR) yang diharapkan mendapat dukungan pembinaan agar bisa berkembang.
Reses tersebut menjadi bukti kuat bahwa dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat masih menjadi ruang strategis untuk memperjuangkan kebutuhan warga secara nyata. Editor : MS

