Kegiatan ini mendorong pelaku ekonomi kreatif lokal seperti pengrajin, seniman, penerbit, dan kuliner tradisional untuk berpartisipasi dalam ekosistem festival. Hal itu dapat memperluas jaringan kerja sama antara komunitas budaya, lembaga pemerintah, dan sektor swasta.
Dampaknya juga dirasakan langsung oleh komunitas lokal. Masyarakat sekitar Borobudur dan situs lainnya lokasi pelaksanaan BWCF dapat berpartisipasi langsung dalam penyelenggaraan acara entah melalui penyediaan akomodasi, kuliner, transportasi, maupun pementasan seni tradisi.
Pada gilirannya, festival tahunan ini juga dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap situs Borobudur dan situs lainnya lokasi pelaksanaan BWCF sebagai pusat kebudayaan yang hidup, bukan hanya objek wisata atau benda mati.
Dampak lainnya, kegiatan BWCF telah meberikan penguatan nilai spiritual dan humanistik. Melalui meditasi, pembacaan teks kuno, atau kegiatan reflektif lain, publik diajak untuk memahami nilai kemanusiaan, kebersahajaan, dan harmoni dengan alam.Akhirnya, kegiatan BWCF juga mendorong kesadaran akan pentingnya kehidupan yang seimbang antara intelektual, emosional, dan spiritual. (***)
Editor : Editor