Budi memimpin dan berperan dalam banyak organisasi strategis, mulai dari Ketua Umum PKPS Sumbar, Ketua Umum ISMI Sumbar, Ketua DPD Organda Sumbar, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Sumbar, hingga Ketua Dewan Penyantun KONI Sumbar.
Ia juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan PMI Sumbar, Dewan Kehormatan Peradi Sumbar, serta memegang amanah adat sebagai Panghulu Suku Jambak Nagari Air Haji, Pesisir Selatan, Sumatera Barat dengan gelar Datuak Bandaro Jambak.
Namun kontribusi terbesarnya berdenyut paling kuat di dunia olahraga. Ia pernah dipercaya memimpin Pengprov PASI Sumatera Barat selama tiga periode, sebuah masa kepemimpinan langka yang menandai kepercayaan kolektif para pengurus kabupaten/kota.
Sejak awal masuk PASI pada 2010,
bahkan ketika ia tidak sedang mencari jabatan, para pemilik suara justru sepakat memberikan amanah kepadanya secara aklamasi kepada suami dari Nurita, dan ayah Reza Primadita, M Afdhal Dwi Putra serta Suci Febrianti Putri ini.
Puncaknya, menghadapi Asian Games 2018, sebanyak 11 atlet Sumbar dipanggil ke Pelatnas, sebuah pencapaian yang menorehkan sejarah. Selain itu, generasi baru juga lahir hingga kini, seperti atlet-atlet muda yang mampu meraih medali di SEA Youth Athletics Championship, bukti bahwa sistem yang ia bangun tidak berhenti bersama masa jabatannya.
'Lakek tangan' pria mudah akrab dengan siapa saja itu tidak hanya diakui insan atletik Sumatera Barat, tapi juga Nasional. Faktanya, ia dipercaya menjabat Anggota Komisi Pemberdayaan Daerah Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), dengan tugas khusus membina dan mengkoordinasikan wilayah Sumatera. Dan jabatan itu sudah dua periode kepengurusan dipercayakan kepadanya.
Akar Pembinaan: Dari Pinggir Kolam ke Lintasan Lari
Sebelum dikenal luas di atletik, Budi Syukur terlebih dahulu mengabdikan diri di Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sumatera Barat. Pada masa ketika renang belum berkembang pesat, ia hadir bukan sebagai pejabat seremonial, tetapi sebagai pembina yang berdiri di pinggir kolam, mendengar keluhan atlet, memahami dinamika pelatih, dan hadir dalam kesulitan.
Pada tahun 2008, SIWO PWI Sumbar memberikan penghargaan Pembina Olahraga Terbaik kepada Budi, dengan alasan yang disampaikan wartawan senior Firdaus Abie:
Editor : Editor