S. Budi Syukur Datuak Bandaro Jambak: Pengabdian yang Mengalir Tanpa Batas

S. Budi Syukur Datuak Bandaro Jambak, penerima Anugerah SIWO PWI Pusat pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. (Foto: Ist)
S. Budi Syukur Datuak Bandaro Jambak, penerima Anugerah SIWO PWI Pusat pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. (Foto: Ist)

“Beliau bukan hanya pengurus. Beliau adalah pelepas dahaga di tengah kehausan. Tempat pulang bagi para atlet saat mereka kehilangan arah.”

Dedikasi itu membangkitkan renang Sumbar, menghadirkan medali dari berbagai kelompok umur hingga ke level PON. Atlet-atlet seperti Harizal dan Yosita Hapsari berjaya di pentas nasional, menorehkan emas yang mengangkat marwah Sumatera Barat.

Ketua Kontingen Sumbar PON XIX/2016: Puncak Pengabdian di Panggung Nasional

Pada tahun 2016, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan KONI Sumbar menaruh kepercayaan besar kepadanya dengan menunjuk S. Budi Syukur sebagai Ketua Kontingen Sumbar pada PON XIX/2016 di Jawa Barat.

Dengan kepemimpinan tenang dan sistem kerja yang rapi, kontingen Sumbar mencetak hasil membanggakan:

14 emas,10 perak dan 20 perunggu.

Advertisement
Banner IKA UNAND
Scroll kebawah untuk lihat konten
Perolehan ini menempatkan Sumbar di peringkat 11 nasional, sekaligus melampaui capaian PON XVIII/2012 di Riau yang meraih 12 emas, 12 perak, dan 25 perunggu.

Peningkatan prestasi ini lahir dari kekompakan tim, kesiapan atlet, serta kepemimpinan yang mampu menjaga stabilitas psikologis kontingen. Banyak pelatih dan ofisial menilai bahwa ketenangan dan kehadiran moral Budi Syukur menjadi faktor penting keberhasilan tersebut.

Filosofi Kerja: Mengalir Tanpa Resah

Ketika ditanya bagaimana ia mampu mengelola organisasi besar, memimpin pembinaan, dan tetap menjaga kualitas kontribusi, jawabannya sederhana namun kuat:

“Saya jalani dengan menikmati proses tanpa resah. Semangat mereka itu seperti darah segar yang terus mengaliri tubuh saya.”

Baginya, olahraga bukan sekadar perebutan medali, melainkan perjalanan panjang yang menumbuhkan karakter. Ia memahami beban mental seorang sprinter sebelum start, kecemasan perenang ketika gagal finis, dan tekanan pelatih dalam setiap musim kompetisi.

Editor : Editor
Banner Ulang Tahun Gerindra ke 8
Bagikan

Berita Terkait
Terkini