Lebih lanjut, ia menyebut Ramadan sebagai “diklat” selama 30 hari untuk membentuk pribadi bertakwa. Puasa, menurutnya, melatih kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial.
“Puasa itu programnya jelas, diklat 30 hari. Syarat pesertanya iman. Orang bertakwa dilatih peduli, mudah berinfak meski dalam kondisi lapar dan sempit,” tuturnya.
Muhidi menambahkan, orang yang berhasil menjalani Ramadan dengan baik akan mengalami perubahan positif yang luar biasa. Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan Allah memberikan ampunan serta anugerah kepada hamba-Nya yang bertakwa.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dipilihnya kegiatan reses bersama majelis taklim, lanjut Muhidi, bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga. Peran ibu dinilai sangat strategis dalam menjaga dan membimbing anak-anak agar terhindar dari berbagai bentuk kejahatan dan kemaksiatan.“Ketahanan keluarga sangat penting, dan ibu-ibu punya peran besar di dalamnya,” tegasnya.
Editor : MS