Rumah Ratapan Jokowi dan Krisis Kepercayaan Politik di Bulan Ramadhan

Irdam Imran. (Foto: Ist)
Irdam Imran. (Foto: Ist)

Akhirnya, “Rumah Ratapan Jokowi” bukan tentang satu orang atau satu keluarga. Ia adalah tentang hubungan antara negara dan warganya. Ia adalah alarm sosial yang berbunyi pelan tapi terus-menerus. Mengabaikannya berarti membiarkan jarak itu melebar. Mendengarkannya, dengan rendah hati dan tindakan nyata, adalah langkah pertama untuk memulihkan kepercayaan.

Di bulan Ramadhan ini, mungkin pertanyaan yang paling relevan bukanlah berapa lama kita berpuasa, tetapi apakah negara ini sanggup menahan diri untuk tidak menyakiti rakyatnya. Jika ya, maka tembok-tembok ratapan itu suatu hari akan kembali menjadi tembok biasa—tanpca keluhan, tanpa luka, dan tanpa air mata yang dititipkan dalam sunyi. (***)

Editor : Editor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini