Dony Oskaria: Tanya Saja Andre Rosiade, Saya Orang Minang tapi Pengkritik Sumatera Barat

COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan pernyataan kritis terkait kondisi pembangunan Sumatera Barat saat groundbreaking Hunian Tetap (Huntap) Danantara di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (19/2/2026). (Foto: Ist)
COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan pernyataan kritis terkait kondisi pembangunan Sumatera Barat saat groundbreaking Hunian Tetap (Huntap) Danantara di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (19/2/2026). (Foto: Ist)

Oleh: Gilang Gardhiolla Gusvero, Wartawan

Di tengah suasana groundbreaking Hunian Tetap (Huntap) Danantara di Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Kamis, (19/02/2026), suasana sempat berubah hening. Bukan karena seremoni dimulai, melainkan karena pernyataan tegas yang keluar dari Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.

Bagi sebagian orang, kritik kerasnya terhadap Sumatera Barat kerap menimbulkan anggapan bahwa dirinya tidak lagi dekat dengan tanah kelahirannya. Namun anggapan itu justru ia bantah sendiri di hadapan para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Entah bagaimana orang mengatakan Dony Oskaria tidak Minang. Salah besar. Dony Oskaria asli Minangnya.

Nada bicara yang tenang, tetapi pesannya tajam. Dony Oskaria mengaku justru menjadi pengkritik karena rasa memiliki yang kuat terhadap kampung halaman.

Menurut Dony, kritik bukan bentuk ketidakpedulian, melainkan dorongan agar Sumatera Barat berani berbenah menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Mendengar Sumbar menjadi pertumbuhan ekonomi paling rendah kedua, harusnya ini menjadi cambuk agar kita berbenah,” tegasnya.

Ia kemudian memaparkan sejumlah persoalan yang menurutnya tidak bisa lagi dianggap biasa. Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang tertinggal dibanding provinsi lain, tingginya angka stunting, hingga persoalan narkoba yang dinilai mengancam masa depan generasi muda.

“Sudahlah pertumbuhan ekonomi paling rendah kedua dari 38 provinsi, angka stunting masih tinggi, lalu narkoba masih merajalela di daerah. Tentu sedih melihat generasi yang sudah terjerumus,” katanya.

Di hadapan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan jajaran pemerintah daerah, Dony bahkan menyebut dirinya sebagai pengkritik keras Sumatera Barat, sebuah sikap yang menurutnya lahir dari kepedulian, bukan penolakan.

Editor : Editor
Banner Ultah Danantara
Bagikan

Berita Terkait
Terkini