“Kondisi ini ikut menyebabkan mahalnya harga komoditas Sumbar di daerah lain,” jelasnya.
Tak kalah penting, Dony menyoroti persoalan tanah ulayat yang dinilainya belum memberikan dampak ekonomi signifikan. Banyak tanah ulayat yang terlantar dan belum mampu meningkatkan kesejahteraan anak kemenakan.
Ia berharap kebangkitan ekonomi Sumbar tidak hanya menjadi wacana atau doa semata, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kerja nyata dan kebijakan yang tepat sasaran.
“Sumbar tidak cukup didoakan. Ekonominya harus dikerjakan,” tutupnya. (***) Editor : Editor