Semarang, - Kekinian memang sudah banyak bangunan dipugar dengan memakao arsitektur modern, termasuk bangunan publik seperti stasiun.
Eitss... tunggu dulu, teroi di ataa gak berlaku di Stasiun Semaramg Tawang. Central gerbang Semarang ini tetap mempertahankan performance jaman dulu (Jadul) tapi fasilitas nya moderen, bahkan ruang VVIP Lucery Class stasiun ini punya.
"Sangat kental dengan aur Kota Lama (Koma) yang sekarang menjadi ikonik Kota Semarang, Jawa Tengah,"ujar Adrian Toaik, Selasa (3/3/2026) di Tawang.
Adrian bersama tiga koleganya, Masril, Khairul dan Atjie tengah dikejar waktu berbuka puasa dan kereta tidak mau menunggu, untuk membawa tim ekspedisi punggung jawa jelang mudik lebaran 1427 Hm.
Kereta Blambangan Expres akan membawa mereka ke Stasiun Turi Surabaya Jawa Timur.
Stasiun Tawang tidak permah lakang oleh zaman, stasiun ini, satu dari tidak banyak stasiun paling bersejarah dan ikonik di Indonesia."Dari literatur stasiun ini bernama Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, sejak dulu hingga kini tetap menjadi stasiun utama di Kota Semarang,'ujar Toaik.
Dari perpustakaan terungkap Stasiun Semarang Tawang dibangun perusahaan kereta api Hindia Belanda (Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).
Stasiun Tawang beroperasi 1914 menggantikan stasiun lama di Kemijen. Stasiun ini buah karya arsitektur kolonial yang kokoh, menyesuaikan kondisi pesisir Semarang yang rawan banjir dan rob.
"Tawang ini, simpul penting jalur kereta Pantura (Pantai Utara Jawa) yang menghubungkan Jakarta–Cirebon–Semarang–Surabaya,"ujar KaJe yang habis membongkar ipadnya menelusuri Sarang Tawang.
Editor : Editor

