Selain itu performance stasiun seperti mengikuti gaya zaman.
Oleh Arsitektur Kolonial, bangunan stasiun dibuat megah luas dengan atap tinggi, jendela besar, dan aula tengah yang klasik.
"Nuansa tempo dulu kental terasa, bahkan stasiun jadi pentas nostalgia yang
sering jadi lokasi foto prewedding, film, hingga dokumenter sejarah karena atmosfer kolonialnya,"ujar Pemerhari Sosio Publik Masril Koto, Selasa malam.
Lokasi Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng yang dekat Kota Lama
jadi punya nilai historis yang menyatu dengan kawasan perdagangan lama Belanda."Jika bisa anda membayangkan silahkan.
Pada tahun 1920-an, kereta uap masuk dengan asap tebal. Mener Belanda turun dengan koper kulit besar.
Saudagar Tionghoa dan pribumi berdagang di sekitar pelabuhan dan Kota Lama.
Tawang tidak stasiun saja, tapi saksi perjalanan ekonomi dan politik Semarang, dan jadi saksi sunyi kota pelabuhan,"ujar Khairul dan KA Blambangan Expres terus melaju membelah senja menuju Surabaya. (***)
Editor : Editor

