Alex Indra Lukman Tantang Penyuluh Pertanian Sumbar Tingkatkan Produktivitas Padi 2026 Lewat Metode Sawah Pokok Murah

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman. (Foto: Ist)
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman. (Foto: Ist)

Padang, - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menantang penyuluh pertanian di Sumatera Barat untuk meningkatkan produktivitas padi pada tahun 2026. Ia mendorong penerapan metode Sawah Pokok Murah, sebuah inovasi pertanian yang diyakini mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen petani.

Menurut Alex, sejumlah petani inovatif di Sumatera Barat sudah membuktikan efektivitas metode tersebut. Karena itu, ia optimistis produktivitas padi dapat meningkat jika penyuluh pertanian aktif mendampingi petani menerapkannya di berbagai daerah.

Selain itu, pemerintah pusat juga telah menyiapkan dukungan anggaran. APBN 2026 mengalokasikan bantuan pengembangan sawah seluas 2.000 hektare untuk petani di Sumatera Barat.

“Jika alokasi ini direalisasikan secara maksimal, Insya Allah produktivitas padi bisa meningkat. Bahkan petani Sumbar berpeluang menjadi penghasil beras dengan biaya produksi paling rendah di Indonesia,” ujar Alex.

Ia menyampaikan hal tersebut saat bersilaturahmi sekaligus berbuka puasa bersama para penyuluh pertanian se-Sumatera Barat di UNP Hotel & Convention Padang, Sabtu sore.

Pertemuan itu dihadiri penyuluh dari berbagai daerah, seperti Kota Padang, Kabupaten Dharmasraya, Pesisir Selatan, dan Agam. Turut hadir Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti bersama jajaran.

Stok Beras Nasional Melimpah

Dalam kesempatan itu, Alex juga menyoroti kondisi stok beras nasional. Berdasarkan data per 22 Desember 2025, cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog telah mencapai 3,5 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah.

Namun kondisi ini memunculkan tantangan baru bagi sektor pertanian.

“Saat produktivitas terus meningkat sementara konsumsi relatif stabil, kita harus memikirkan strategi pemanfaatan stok beras tersebut,” kata Alex.

Ia menilai ekspor beras belum menjadi solusi mudah. Pasalnya, harga beras Indonesia masih kalah bersaing dibanding negara lain di pasar global.

Editor : Editor
Banner Sekjen PWI PusatBanner Rahmat Saleh - Milda Berdaya
Bagikan

Berita Terkait
Terkini