Sebagai contoh, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual sekitar Rp12.500 per kilogram dengan tingkat patahan 25–40 persen.
Sebaliknya, beras dari Vietnam dijual sekitar Rp10.000 per kilogram dengan tingkat patahan hanya sekitar 5 persen.
“Dengan kondisi seperti ini, beras Indonesia sulit bersaing di pasar internasional,” tegas Alex yang juga menjabat Ketua Panja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI.
Sawah Pokok Murah Jadi Solusi Tekan Biaya Produksi
Menurut Alex, salah satu cara membuat harga beras Indonesia lebih kompetitif adalah dengan menekan biaya produksi di tingkat petani.
Metode Sawah Pokok Murah dinilai menjadi solusi efektif.
Teknik budidaya ini mampu mengurangi banyak biaya produksi karena prosesnya jauh lebih sederhana dibanding metode konvensional.Petani hampir tidak memerlukan biaya untuk:
- pengolahan tanah
- pemupukan intensif
- penyiangan gulma
- penyemprotan hama secara rutin
Metode tersebut dikembangkan oleh Ir Djoni dan telah diuji melalui sejumlah demplot pertanian di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
“Hasil uji coba menunjukkan produksi padi tetap tinggi, bahkan lebih baik dibanding metode yang selama ini digunakan petani,” ungkap Alex.
Penyuluh Pertanian Dapat Bantuan Motor
Selain mendorong inovasi pertanian, Alex juga menyoroti peran penting penyuluh pertanian dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
Editor : Editor