Karena itu, ia optimistis Sumatera Barat dapat melangkah lebih jauh.
Jika petani mampu menghasilkan beras premium dengan biaya produksi rendah, peluang menembus pasar global akan semakin terbuka.
“Jika hingga akhir 2026 petani Sumbar berhasil memproduksi beras premium dengan biaya murah, kita punya peluang besar merebut pasar internasional,” kata Alex.
Ia menambahkan pemerintah perlu memberikan apresiasi nyata atas inovasi yang dilakukan petani dan penyuluh.
Salah satunya dengan menyediakan kendaraan operasional bagi setiap penyuluh pertanian di daerah.Penyuluh Hama Juga Akan Diperjuangkan
Dalam kesempatan yang sama, Alex juga menyatakan akan memperjuangkan status penyuluh hama agar dapat diangkat sebagai pegawai pemerintah pusat.
Langkah ini mengikuti kebijakan sebelumnya yang telah mengangkat penyuluh pertanian menjadi pegawai pusat sejak tahun lalu.
“Peran penyuluh hama sangat vital dalam menjaga produksi pangan. Jumlahnya juga tidak sebanyak penyuluh pertanian, sehingga sangat layak diperjuangkan,” ujarnya.
Dengan dukungan kebijakan, inovasi teknologi pertanian, serta peran aktif penyuluh, Alex optimistis sektor pertanian Sumatera Barat akan semakin kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (***)
Editor : Editor