Dalam kajian kebijakan publik, situasi seperti ini sering dijelaskan melalui konsep chilling effect. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika seseorang enggan menggunakan haknya karena khawatir akan adanya konsekuensi yang tidak diinginkan. Dalam konteks pendidikan, orang tua mungkin khawatir bahwa sikap kritis terhadap sekolah dapat berdampak pada pengalaman belajar anak mereka di lingkungan sekolah.
Akibatnya, banyak orang tua memilih untuk diam meskipun sebenarnya memiliki pertanyaan mengenai pengelolaan anggaran pendidikan. Partisipasi dalam komite sekolah pun sering kali berjalan secara formal saja, tanpa benar-benar menjalankan fungsi pengawasan yang seharusnya ada.
Karena itu, persoalan transparansi anggaran pendidikan tidak bisa hanya bergantung pada keberanian individu yang mengajukan permohonan informasi. Pemerintah daerah dan institusi pendidikan perlu membangun sistem yang secara aktif membuka informasi kepada publik.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mewajibkan sekolah untuk mempublikasikan laporan ringkas mengenai pengelolaan Dana BOS dan uang komite secara berkala. Informasi tersebut seharusnya dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat, baik melalui situs resmi sekolah maupun melalui papan pengumuman yang tersedia di lingkungan sekolah.Selain itu, peran komite sekolah juga perlu diperkuat agar tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antara sekolah dan orang tua dalam hal penggalangan dana. Komite sekolah seharusnya menjadi forum yang memungkinkan terjadinya dialog terbuka mengenai kebijakan dan pengelolaan anggaran pendidikan.
Editor : MS