Jakarta, - Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan anggaran negara: lebih baik digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) daripada disalahgunakan. Pernyataan ini langsung menyasar isu sensitif korupsi dan stunting yang kini menjadi perhatian publik.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat positioning pemerintah dalam mendorong program bantuan sosial, ketahanan pangan, dan perbaikan gizi nasional. Selain itu, kebijakan ini dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.
Presiden Prabowo menilai program MBG menjadi solusi konkret untuk menjawab persoalan stunting anak dan kemiskinan ekstrem. Ia bahkan mengaku melihat langsung kondisi anak-anak di daerah yang mengalami keterlambatan pertumbuhan.
“Lebih baik anggaran digunakan agar rakyat bisa makan bergizi daripada dikorupsi,” tegasnya.
Pengalaman tersebut, kemudian, menjadi fondasi kuat dalam mendorong program MBG tetap berjalan. Dengan kata lain, kebijakan ini bukan sekadar program, tetapi investasi masa depan bangsa.
Selain fokus pada gizi, pemerintah juga menjadikan MBG sebagai alat untuk mengurangi ketimpangan ekonomi. Pasalnya, tidak semua masyarakat merasakan pertumbuhan ekonomi secara merata.Di satu sisi, kelompok ekonomi atas relatif stabil. Namun di sisi lain, masyarakat bawah masih menghadapi tekanan biaya hidup. Karena itu, program MBG hadir sebagai penyeimbang sekaligus bantalan sosial.
Lebih lanjut, Presiden memastikan bahwa anggaran negara masih cukup untuk menopang keberlanjutan program ini. Ia bahkan menegaskan komitmennya untuk menjaga penggunaan anggaran tetap tepat sasaran.
Tidak hanya itu, pemerintah juga memperkuat sistem pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan. Dengan demikian, efektivitas program dapat terus terjaga.
Presiden Prabowo menunjukkan optimisme tinggi terhadap keberhasilan program MBG. Ia meyakini kebijakan ini berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Editor