Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menargetkan seluruh nagari akan dikunjungi agar tidak ada persoalan yang luput dari perhatian.
“Dengan turun langsung, kita mendapatkan informasi yang valid, bukan sekadar laporan di atas kertas. Apa yang disampaikan masyarakat hari ini menjadi dasar bagi kami dalam menyusun kebijakan,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak bencana yang melanda wilayah tersebut. Ia memastikan pemerintah akan hadir memberikan solusi, meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Kondisi saat ini memang tidak mudah karena adanya efisiensi dan pemotongan anggaran. Namun ini tidak boleh dibiarkan. Kita akan siapkan langkah konkret, termasuk penganggaran pada tahun 2027,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan kepada seluruh kepala OPD untuk segera mencatat dan menindaklanjuti setiap persoalan yang disampaikan masyarakat.“Kehadiran pemerintah harus dirasakan. Kita tidak boleh abai. Semua persoalan ini harus dipetakan dan diprogramkan solusinya,” tegas Bupati.
Kunjungan kerja ini bukan sekadar agenda pemerintahan, melainkan menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan rakyatnya—hadir tanpa sekat, menyapa tanpa jarak, dan mendengar langsung suara dari akar rumput. Di tengah medan yang sulit dan keterbatasan yang ada, Putar Roda menjadi bukti bahwa pelayanan publik sejatinya dimulai dari keberanian untuk turun langsung ke lapangan (kominfo)
Editor : MS