Pemerintah Pastikan Harga Ekspor Ikut Pasar Dunia, Tidak Ada Skema Beli Murah

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Menanggapi anjloknya harga TBS tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa harga CPO di pasar internasional justru sedang menguat dan tetap menjadi patokan perdagangan sawit. Menurutnya, gejolak pasar terjadi karena kebijakan baru saja diumumkan, namun harga acuan global tetap dipakai.

Kekhawatiran pelaku industri sebenarnya lebih banyak berakar pada tiga hal: aturan teknis pelaksanaan yang belum sepenuhnya jelas, kekhawatiran terjadinya monopoli satu pintu, dan kecemasan trader serta eksportir bahwa fleksibilitas pasar akan berkurang.

Pemerintah menyebut DSI akan mengelola ekspor tiga komoditas utama—batu bara (8,65% kontribusi ekspor), CPO (8,63%), dan ferro alloy (5,82%)—karena ketiganya menjadi tulang punggung ekspor SDA nasional. Pelaksanaan transaksi melalui DSI dijadwalkan dimulai Juni 2026.

Hingga aturan teknis terbit, pasar masih menunggu kepastian skema pembelian, mekanisme penetapan harga di tingkat produsen, dan posisi trader swasta dalam rantai ekspor. Yang pasti, pemerintah menegaskan tidak akan menetapkan harga sawit di bawah harga pasar dunia, dengan narasi resmi berfokus pada memperkuat posisi tawar Indonesia dan menekan kebocoran devisa. (***)

Editor : Editor
Banner InfografisBanner PLN Black Out
Bagikan

Berita Terkait
Terkini