Menurutnya, masyarakat dapat menilai sendiri sebuah pernyataan, terutama ketika argumentasi yang disampaikan lebih banyak menyerang identitas atau kelompok tertentu dibandingkan mengedepankan gagasan.
"Orang yang memiliki gagasan akan berbicara dengan gagasan, bukan menyerang simbol, identitas, atau suku tertentu," ujarnya.
Rahmat juga menegaskan bahwa masyarakat Minang akan memilih jalur hukum dalam menyikapi persoalan tersebut. Ia optimistis masyarakat tidak akan bertindak di luar koridor hukum yang berlaku.
"Masyarakat Minang, insyaallah, cerdas. Tidak akan emosional dan tidak akan terpancing. Kita menempuh jalur hukum sesuai aturan yang berlaku di negara ini. Saya yakin masyarakat Minang akan mengikuti mekanisme hukum dan tidak bertindak di luar ketentuan yang ada," tutupnya. (***) Editor : Editor