Para relawan menyisir kawasan tepi Pantai Pasir Jambak. Sampah organik yang ditemukan didominasi tempurung kelapa dan ranting tanaman kering. Sampah anorganik banyak berupa plastik, sedangkan sampah B3 mencakup botol kaca dan sisa obat-obatan.
Berdasarkan hasil penimbangan akhir, total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 184,22 kilogram, dengan rincian 62,62 kg sampah organik, 94,68 kg sampah anorganik, dan 26,92 kg sampah B3.
"Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti bahwa kepedulian bersama mampu menciptakan perubahan yang nyata," tutur Raghib.
Tanam 800 Bibit Mangrove untuk Cegah Abrasi
Usai aksi bersih pantai dan istirahat sejenak, para relawan mengikuti sesi edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove yang disampaikan oleh Yose.
Dalam pemaparannya, Yose menjelaskan bahwa hutan mangrove merupakan "jantung" ekosistem pesisir yang berperan vital mencegah abrasi dan menjadi habitat biota laut.
"Selain mencegah abrasi, kawasan mangrove juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, wisata berbasis lingkungan, serta objek penelitian akademik," jelas Yose.
Merespons edukasi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 800 bibit mangrove. Setiap relawan menanam 10 bibit dengan ketentuan lima bibit per lubang sesuai arahan teknis.Meskipun cuaca terik, semangat para relawan tidak surut. Mereka bekerja secara gotong royong dengan harapan bibit tersebut dapat tumbuh dan menjadi benteng alami bagi kawasan pesisir.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pengumungan jargon kegiatan, yakni "Rawat Akarnya, Bersihkan Pesisirnya, Abadikan Dampaknya".
Melalui kolaborasi ini, diharapkan generasi muda semakin menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama untuk masa depan yang berkelanjutan. (***)
Editor : Editor
