“Dengan adanya area parkir ini, kita membantu Pemko Padang meningkatkan PAD. Ada kontribusi pajak parkir sebesar 10 persen. Yang juga penting, seluruh transaksi dilakukan secara cashless dan digital, sehingga tidak ada ruang untuk pungli,” ujarnya.
Rachmad berharap seluruh pelaku usaha angkutan dan asosiasi transportasi dapat mendukung upaya penataan tersebut dengan tidak lagi memarkir kendaraan di badan maupun bahu jalan yang selama ini menjadi sumber kemacetan dan gangguan keselamatan lalu lintas.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Kota Padang Raju Minropa menyampaikan apresiasi kepada Andre Rosiade dan jajaran DPRD Kota Padang yang telah mendorong hadirnya fasilitas tersebut. Menurutnya, area parkir truk menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung penertiban lalu lintas di kawasan Bypass sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah.
Sementara itu, General Manager Pelindo Teluk Bayur Ferial Dunan menjelaskan area parkir yang dibangun di atas lahan sekitar 6.000 meter persegi tersebut merupakan bentuk sinergi Pelindo dengan pemerintah daerah dan mitra usaha untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di Pelabuhan Teluk Bayur sebagai pintu gerbang perdagangan Sumatera Barat.
“Pelabuhan Teluk Bayur adalah pintu gerbang Sumatera Barat. Karena itu kami ingin menghadirkan fasilitas yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha. Mudah-mudahan area parkir ini menjadi solusi bagi aktivitas logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ferial.Dengan beroperasinya Area Parkir Bypass Padang, pemerintah, Pelindo, dan para pelaku usaha berharap arus kendaraan angkutan barang menuju Teluk Bayur dapat lebih tertib, aman, dan efisien, sekaligus mendukung peningkatan pelayanan logistik serta pertumbuhan ekonomi Kota Padang dan Sumatera Barat. (***)
Editor : Editor
