Menyikapi kondisi ekonomi makro yang berfluktuasi, Dahrul juga memberikan pandangan kritis terkait isu kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan nilai dolar tidak secara otomatis menurunkan daya beli seluruh lapisan masyarakat.
Dampaknya sangat bergantung pada sektor ekonomi mana yang digeluti dan seberapa besar ketergantungan terhadap barang impor.
Pemahaman mendalam seperti ini, menurutnya, penting dimiliki mahasiswa agar tidak terjebak dalam pandangan sepihak.
Sebagai penutup sesi diskusi, Dahrul Idris memberikan nasihat agar para mahasiswa rajin membaca buku dan memperluas wawasan.Ia menekankan bahwa di masa depan, setiap individu harus memiliki nilai lebih, keterampilan yang mumpuni, serta karakter yang baik agar mampu bersaing dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan hangat. Antusiasme terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mahasiswa mengenai berbagai isu terkini, mulai dari kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, hingga tantangan pembangunan di Sumatera Barat. (***)
Editor : Editor