Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan bahwa proyek ini memiliki nilai strategis tinggi.
“Kegiatan pembangunan SPAM Taban III ini sangat penting karena akan menjadi penyangga utama bagi Instalasi Pengolahan Air Gunung Pangilun,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pelaksana pekerjaan dapat bekerja secara profesional, tepat waktu, dan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.
“Laksanakan tugas sebaik-baiknya. Keberhasilan proyek ini tidak hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat akan air minum yang layak,” tambahnya.
Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya Oscar RH Siagian menyampaikan target penyelesaian pekerjaan yang bersifat jangka menengah ini.
“Proyek multiyears ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada Juni 2027 mendatang. Kami akan terus memantau perkembangannya agar tidak ada pekerjaan yang mangkrak, dan kualitasnya benar-benar terjamin,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPBPK Sumatera Barat Maria Doeni Isa mengingatkan agar seluruh ketentuan dalam kontrak dipatuhi sepenuhnya.“Tidak ada permohonan penyesuaian kenaikan harga barang, semuanya harus sesuai dengan penawaran yang disepakati. Pelanggaran terhadap ketentuan akan dikenakan sanksi sesuai pasal dalam kontrak,” imbaunya.
Saat ini, baru sekitar 52 persen warga Kota Padang yang telah menikmati akses air bersih, dengan jumlah pelanggan tercatat lebih dari 155.000 jiwa.
Setelah SPAM Taban III selesai dibangun, kapasitas pengolahan air akan meningkat dua kali lipat, dari semula 200 liter per detik menjadi 400 liter per detik, sehingga cakupan dan kualitas layanan dapat diperluas secara signifikan. (***)
Editor : Editor