Resmikan Radar Frekwensi Tinggi di Pariaman, Gubernur: Perkuat Mitigasi Bencana dan Keselamatan Masyarakat Pesisir

Resmikan Radar Frekwensi Tinggi di Pariaman, Gubernur: Perkuat Mitigasi Bencana dan Keselamatan Masyarakat Pesisir
Resmikan Radar Frekwensi Tinggi di Pariaman, Gubernur: Perkuat Mitigasi Bencana dan Keselamatan Masyarakat Pesisir

Selain mendukung mitigasi bencana, Mahyeldi menilai data yang dihasilkan HF Radar juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung keselamatan pelayaran, meningkatkan produktivitas sektor perikanan, serta memperkuat sistem keamanan dan pertahanan wilayah laut Indonesia.

“Kita ingin Sumatera Barat berperan sebagai bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional, baik ketahanan keamanan, pangan, energi, maupun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kehadiran HF Radar menjadi salah satu instrumen yang sangat mendukung upaya tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Mahyeldi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar pada tahun 2026 telah mengadakan empat unit Early Warning System (EWS) tsunami. Ia berharap sistem tersebut dapat terintegrasi dengan perangkat BMKG sehingga perlindungan terhadap masyarakat pesisir semakin optimal. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, BMKG, dan berbagai mitra, termasuk kerja sama internasasional dalam pengembangan sensor EWS, perlu terus diperkuat agar seluruh sistem pemantauan berfungsi maksimal.

Sementara itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa pemasangan HF Radar merupakan bagian dari proyek Marine Meteorological System (MMS) 2 yang bertujuan memperkuat sistem observasi meteorologi maritim nasional. Sumbar dipilih karena memiliki posisi strategis dengan aktivitas pelayaran dan perikanan yang tinggi serta berada di kawasan rawan gempa dan tsunami.

Menurut Teuku Faisal, HF Radar mampu memantau arus permukaan laut, karakteristik gelombang, dan berbagai parameter oseanografi secara berkelanjutan. Informasi tersebut tidak hanya mendukung keselamatan pelayaran dan aktivitas nelayan, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem pendukung peringatan dini tsunami. BMKG juga terus memperkuat edukasi kebencanaan melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Lapang Iklim bagi petani, serta Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami yang telah dilaksanakan di berbagai daerah di Sumatera Barat.

Editor : MS
Banner InfografisBanner - GorBanner Rahmat Saleh - Gema
Bagikan

Berita Terkait
Terkini