Mahyeldi: Sekolah Rakyat Senjata Putus Rantai Kemiskinan Menuju Indonesia Emas 2045

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat secara resmi membuka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya dan meninjau fasilitas asrama serta ruang kelas, Jumat (31/7/2026). (Foto: Ist)
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat secara resmi membuka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya dan meninjau fasilitas asrama serta ruang kelas, Jumat (31/7/2026). (Foto: Ist)

Dharmasraya, - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan pendidikan adalah investasi paling strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya diharapkan menjadi titik balik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan berkualitas secara gratis sekaligus mengantar mereka menuju Indonesia Emas 2045.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka secara resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Jumat (31/7/2026).

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis nasional yang menghadirkan pendidikan berasrama tanpa biaya bagi anak dari kalangan miskin hingga miskin ekstrem.

“Pendidikan adalah pilar utama pembentukan karakter, kecerdasan, dan masa depan bangsa. Tidak ada cara pembangunan yang lebih berkelanjutan selain mencerdaskan rakyat. Ketika anak mendapat pendidikan baik, nasibnya berubah dan dampaknya dirasakan hingga generasi berikutnya,” tegas Mahyeldi.

Ia mengingatkan MPLS bukan sekadar seremoni, melainkan momen penting membangun karakter, disiplin, rasa percaya diri, dan semangat belajar sejak hari pertama.

Seluruh pelaksanaan harus edukatif, kreatif, menyenangkan, serta mutlak bebas perpeloncoan, intimidasi, maupun kekerasan fisik maupun verbal.

“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan ramah anak,” ujarnya.

Kepada siswa baru, Mahyeldi berpesan agar berani bermimpi besar: “Di sini kalian akan dibimbing guru terbaik untuk meraih masa depan yang lebih baik.”

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Wildan Humaidi menjelaskan pemerintah tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, melainkan menanggung seluruh kebutuhan dasar siswa: makanan bergizi, tempat tinggal asrama, hingga perangkat laptop dengan sistem pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS).

Editor : Editor
Banner InfografisBanner - GorBanner Rahmat Saleh - Gema
Bagikan

Berita Terkait
Terkini